Listrik Padam Mulai Pukul 10.00 WIB: Sleman, Bantul, dan Kota Jogja
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Penyerahan SK Izin dari Kemenbudristek terkait pembukaan program doktoral UAD. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Keberadaan program S3 atau Doktoral Farmasi di Indonesia yang masih minim diharapkan terus memperkaya penelitian dan inovasi kefarmasian guna memberi manfaat bagi masyarakat. Di Jogja, Doktoral Farmasi hanya ada di UGM serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang secara resmi baru mendapatkan SK Kemendikbud-Ristek terkait izin pada Rabu (25/8/2021).
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Profesor Didi Achjari mengatakan di Indonesia tergolong minim jumlah program doktoral farmasi. Di Jogja hanya ada di UGM dan terbaru UAD. Ia berharap lahirnya program doktoral ini bisa terus memperkaya riset dan inovasi bidang kefarmasian sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
BACA JUGA : Kabar Baik, UMKM Bebas Biaya Pelayanan Jaminan Produk
Ia menilai keberadaan doktoral farmasi di UAD akan memiliki ciri khusus karena dilandasi nilai keislaman. Didi mencontohkan jika dahulu ramai dengan istilah halal tourism, maka dalam farmasi ada istilah halal medicine yang juga bisa dikembangkan.
“Kedepan bukan hanya keunikan yang menjadi unggulan tetapi bagaimana pengembangan ilmu melalui penelitian memberikan manfaat bagi masyarakat. Serta menghasilkan produk kesehatan yang dapat diproduksi secara massal,” kata Didi dalam sambutannya saat usai menyerahkan SK.
Didi mencontohkan sejumlah materi yang bisa digali mulai dari pengurangan produk kimia diganti dengan herbal, hingga vaksin Covid-19 dengan herbal yang tentu menarik sebagai bahan inovasi. “Sehingga kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah dan dunias industri harus ditingkatkan untuk mewujudkan,” ucapnya.
BACA JUGA : UAD Dampingi Pembinaan Ikrar Halal terhadap Komunitas
Rektor UAD Muchlas menambahkan proses menuju pembukaan jenjang doktoral farmasi tersebut telah dilalui selama lebih dari dua tahun untuk persiapan, salah satunya mengusulkan sebanyak dua kali. Pada usulan pertama masih kekurangan guru besar, namun setelah menunggu setahun kemudian ada satu guru besar tambahan.
“Kehadiran program ini harapannya tidak hanya bermanfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga pengembangan industri farmasi di Indonesia. Harapannya kami dapat memperbanyak ahli di industri farmasi yang nantinya bisa meningkatkan riset-riset kefarmasian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.