Platform 1Lisensi Buka Akses Legal Master Rekaman untuk Pelaku Usaha
Satu Lisensi hadir sebagai platform B2B yang menyediakan akses legal master rekaman untuk kebutuhan komersial dengan lebih dari 7,7 juta metadata lagu.
Penyerahan SK Izin dari Kemenbudristek terkait pembukaan program doktoral UAD. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Keberadaan program S3 atau Doktoral Farmasi di Indonesia yang masih minim diharapkan terus memperkaya penelitian dan inovasi kefarmasian guna memberi manfaat bagi masyarakat. Di Jogja, Doktoral Farmasi hanya ada di UGM serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang secara resmi baru mendapatkan SK Kemendikbud-Ristek terkait izin pada Rabu (25/8/2021).
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Profesor Didi Achjari mengatakan di Indonesia tergolong minim jumlah program doktoral farmasi. Di Jogja hanya ada di UGM dan terbaru UAD. Ia berharap lahirnya program doktoral ini bisa terus memperkaya riset dan inovasi bidang kefarmasian sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
BACA JUGA : Kabar Baik, UMKM Bebas Biaya Pelayanan Jaminan Produk
Ia menilai keberadaan doktoral farmasi di UAD akan memiliki ciri khusus karena dilandasi nilai keislaman. Didi mencontohkan jika dahulu ramai dengan istilah halal tourism, maka dalam farmasi ada istilah halal medicine yang juga bisa dikembangkan.
“Kedepan bukan hanya keunikan yang menjadi unggulan tetapi bagaimana pengembangan ilmu melalui penelitian memberikan manfaat bagi masyarakat. Serta menghasilkan produk kesehatan yang dapat diproduksi secara massal,” kata Didi dalam sambutannya saat usai menyerahkan SK.
Didi mencontohkan sejumlah materi yang bisa digali mulai dari pengurangan produk kimia diganti dengan herbal, hingga vaksin Covid-19 dengan herbal yang tentu menarik sebagai bahan inovasi. “Sehingga kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah dan dunias industri harus ditingkatkan untuk mewujudkan,” ucapnya.
BACA JUGA : UAD Dampingi Pembinaan Ikrar Halal terhadap Komunitas
Rektor UAD Muchlas menambahkan proses menuju pembukaan jenjang doktoral farmasi tersebut telah dilalui selama lebih dari dua tahun untuk persiapan, salah satunya mengusulkan sebanyak dua kali. Pada usulan pertama masih kekurangan guru besar, namun setelah menunggu setahun kemudian ada satu guru besar tambahan.
“Kehadiran program ini harapannya tidak hanya bermanfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga pengembangan industri farmasi di Indonesia. Harapannya kami dapat memperbanyak ahli di industri farmasi yang nantinya bisa meningkatkan riset-riset kefarmasian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu Lisensi hadir sebagai platform B2B yang menyediakan akses legal master rekaman untuk kebutuhan komersial dengan lebih dari 7,7 juta metadata lagu.
KHL kembali dibahas dalam formula upah minimum 2027. Pemerintah, buruh, dan pengusaha memiliki pendekatan berbeda soal pengupahan.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.