Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Pasukan Taliban berhasil menduduki Ibu Kota Afganistan, Kabul pada Minggu (15/8/2021)/DW.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Taliban menyapu Afghanistan hanya dalam 10 hari dan menguasai kota-kota di seluruh negara. Taliban merebut ibu kota provinsi pertama mereka pada 6 Agustus, dan pada 15 Agustus, mereka sudah berada di gerbang Kabul.
Serangan kilat mereka mendorong puluhan ribu orang meninggalkan rumahnya, Sebagian bertolak ke ibu kota Afghanistan, sementara Sebagian lainnya menuju negara tetangga. Dan terjadi kekacauan di Kabul, ketika Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara tersebut, ribuan warga negaranya mencoba melakukan hal yang sama.
1. Kemajuan Serangan Taliban
Didorong oleh penarikan pasukan AS dan tenaga internasional lainnya, pada bulan Juni, Taliban telah menguasai sebagian besar negara Afghanistan. Tetapi setelah 6 Agustus, kemajuan mereka dipercepat dengan momentum baru.
2. Pasukan Afghanistan Runtuh
Terlepas dari dukungan luar selama 20 tahun, pendanaan miliaran dolar, program pelatihan ekstensif dan dukungan udara AS, sebagian besar pasukan keamanan Afghanistan runtuh. Di beberapa daerah, mereka memang berdiri dan melawan. Di Lashkar Gah, pasukan Afghanistan terjepit kembali di posisi kunci, saat Taliban menyerang berulang kali.
Ratusan pasukan komando dikirim untuk memulihkan ketertiban, tetapi ketika Taliban meledakkan bom mobil besar-besaran di luar markas polisi, pada 11 Agustus, pertempuran sebagian besar telah berakhir.
Di banyak daerah, unit Afghanistan yang kehabisan amunisi dan perbekalan lainnya langsung melarikan diri. Pasukan yang dipersenjatai dan dilatih oleh AS untuk melindungi warga Afghanistan biasa membuat mereka sebagian besar berjuang sendiri. Dan di beberapa tempat, pihak berwenang setuju untuk mengizinkan Taliban mengambil alih, untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.
Di Ghazni, laporan menunjukkan kepala polisi dan gubernur keduanya diizinkan meninggalkan kota dengan imbalan menyetujui pengambilalihan Taliban. Pada 14 Agustus, Mazar-i-Sharif jatuh ke tangan Taliban, dengan sedikit perlawanan dari pasukan Afghanistan, beberapa di antaranya meninggalkan kota dan menuju perbatasan dengan Uzbekistan di Haraitan.
3. \'Bencana Kemanusiaan\'
Pada 15 Agustus, 17.600 orang yang melarikan diri dari Taliban telah tiba di Kabul, dengan ribuan lainnya menyusul dan tiba setiap saat, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan. Dengan sangat sedikit dukungan dari pihak berwenang Afghanistan, banyak yang tidur nyenyak di taman dan tempat umum lainnya.
Beberapa mengatakan mereka datang dari kota-kota yang direbut di mana Taliban membunuh anggota keluarga laki-laki yang bekerja untuk pasukan keamanan, dan memberlakukan kembali pembatasan pada perempuan. Program Pangan Dunia mengatakan konflik itu memiliki "semua ciri bencana kemanusiaan".
4. Kekacauan di Kabul
Ketika Presiden Ghani melarikan diri dari negaranya (Afghanistan), staf kedutaan AS diterbangkan dengan helikopter keluar dari kompleks mereka yang dijaga ketat. Dan ribuan orang menuju ke bandara Kabul. Pejuang Taliban awalnya berhenti di luar kota, sementara pembicaraan darurat diadakan di istana presiden. Tapi mereka kemudian pindah untuk mengambil kendali penuh.
5. Masa Depan yang Tak Pasti
Niat Taliban untuk memerintah masih belum jelas dan mungkin berbeda di seluruh negeri. Laporan dari dalam wilayah yang dikuasai Taliban sejauh ini memberikan gambaran yang beragam.
Melansir dari BBC News, di Balkh, 20km (12 mil) dari Mazar-i-Sharif, mereka menemukan perempuan dan anak perempuan diperbolehkan di tempat umum tanpa pendamping, tetapi ada laporan tentang seorang wanita dibunuh karena cara dia berpakaian.
Di tempat lain, termasuk distrik utara pedesaan dekat perbatasan Tajik, para wanita mengatakan bahwa mereka sekarang dipaksa untuk menutupi diri mereka dengan burka dan tidak bisa keluar tanpa pendamping. Ada juga laporan tentang wanita muda yang ditawarkan kepada pejuang Taliban untuk pernikahan paksa. Meskipun, perwakilan Taliban di Qatar bersikeras ini adalah ‘kebohongan’.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Kemenkes mencatat 15,6 juta kasus ISPA hingga Agustus 2026. Kemarau, polusi, dan kualitas udara turut menjadi perhatian.
Website Genhi hadir untuk mengintegrasikan 10 bank sampah di Purwokinanti sekaligus memudahkan komunikasi dan pendaftaran nasabah.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 15 Agustus 2026 didominasi cerah. Suhu mencapai 31°C, masyarakat diminta waspada cuaca terik.
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.