Elon Musk Berubah Pikiran, Karyawan Tesla Batal di-PHK
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Musk hendak memangkas sekitar 10 persen karyawan karena adanya firasat buruk terhadap prospek ekonomi.
Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA -Hingga saat ini dokter yang meninggal karena terinfeksi Covid-19 terus bertambah dan jumlahnya telah mencapai lebih dari 500 jiwa.
Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melaporkan terdapat total 545 dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19 hingga 17 Juli 2021.
Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Dokter IDI Mahesa Paranadipa mengungkapkan kebanyakan dokter yang meninggal dunia adalah laki laki (84 persen) mengingat banyak yang bertugas merawat pasien Covid-19.
"Bulan Juli ini, [kematian dokter] sudah melebihi 100 persen dari jumlah kematian bulan Juni lalu. Total kematian dokter di angka 545 di Indonesia. Paling banyak di Jawa Timur, menembus 110, diikuti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Utara," ungkapnya dalam konferensi pers, Minggu (18/7/2021).
Data tersebut juga menunjukkan bahwa dokter umum (292) menjadi kelompok dengan kematian tertinggi, disusul oleh spesialis obestetri dan ginekologi, spesialis penyakit dalam, dan spesialis anak.
BACA JUGA: Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk DIY, Ini Upaya Pemda Cegah Wabah Meluas
Selain itu, Mahesa juga mencatat sebanyak 7.392 perawat terkonfirmasi Covid-19 dan 445 di antaranya telah gugur. Adapun profesi lainnya seperti apoteker 42 orang, bidan 223 orang, dan tenaga laboratorium 25 orang.
Dia mengatakan data-data tersebut harus mendapat perhatian serius mengingat peran dokter yang menjadi tulang punggung dalam perawatan Covid-19 di fasilitas kesehatan.
Dengan lonjakan kasus yang tinggi akhir-kahir ini, bertambahnya kematian di kalangan tenaga kesehatan terjadi semakin cepat.
"Oleh karena lonjakan pasien yang cukup tinggi maka banyak dokter yang overwork. Dalam waktu lama, kami khawatir menimbulkan kondisi kelelahan yang menyebabkan imunitas tenaga kedokteran menurun," ungkapnya.
Pakar Pulmonologi Universitas Indonesia dan RSUP Persahabatan Menaldi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi saat ini.
"Beban pekerjaan ini sudah terlampau berat ditanggung oleh dokter. Terlampau banyak orang datang ke rumah sakit dan sudah dalam keadaan berat," tuturnya.
Untuk itu, dia meminta kepada PB IDI agar mengatur kerja dokter, terutama di daerah salah satunya dokter di puskesmas dibebaskan dari rawat inap pasien Covid-19.
Sementara dokter yang bertugas di wilayah seperti di rumah sakit lapangan yang merawat pasien kondisi sedang, dikhususkan merawat di tempat itu saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Musk hendak memangkas sekitar 10 persen karyawan karena adanya firasat buruk terhadap prospek ekonomi.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.