KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026: 15 Perjalanan, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi. (FOTO ANTARA - Muhammad Zulfikar)
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan menyatakan tingginya kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhirnya merupakan dampak dari upaya pemerintah menaikkan anka testing harian. Mayoritas penularan saat ini masih terjadi di Pulau Jawa.
“Kenaikan angka kasus ini merupakan salah satu dampak dari usaha pemerintah menaikkan angka testing harian. Jumlah orang yang dilakukan tes sudah sampai 182.000 orang,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi dalam rilisnya, Sabtu (17/7/2021).
BACA JUGA : Sleman Tak Menambah Testing Covid-19 Pasca-Libur
Nadia juga menambahkan dilihat jumlah kasus yang ditemukan saat ini hampir tiga hingga empat kali lipat dibandingkan puncak kasus pada Desember 2020 dan Januari 2021, yang saat itu testing masih terbatas penggunaan seperti rapid antigen untuk diagnosis atau mendeteksi orang yang sakit.
“Saat ini dengan kombinasi pemeriksaan menggunakan PCR dan rapid antigen, dapat segera menemukan orang sakit supaya bisa dipisahkan dari orang sehat, sehingga tidak ada penularan lagi,” ujarnya.
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan saat ini kasus aktif di angka 480.000, sedangkan untuk suspek lebih dari 200.000. Sehingga ada sekitar 680.000 yang jumlahnya probable to case. Testing memang harus terus ditingkatkan, karena idealnya antara 900.000 hingga 1 juta testing per hari. Peningkatan angka testing ini akan menyebabkan temuan banyak kasus positif Covid-19, tetapi hal itu penting dan harus dilakukan.
BACA JUGA : Covid-19 di DIY Hari Ini Meledak, Sehari 2.731 Orang
Hermawan mengimbau masyarakat agar tak khawatir jika didapatkan angka kenaikan yang tiap hari memecahkan rekor. “Kenaikan kasus akibat dari angka testing tinggi ini sebenarnya bagus untuk mitigasi risiko agar kita bisa memiliki perencanaan yang lebih baik untuk mempercepat penanganan dan menghindari kematian yang lebih besar,” katanya.
Ia menilai selama ini pola pemeriksaan testing rendah karena sifatnya yang masif-pasif. Testing dilakukan kepada orang yang sudah di rumah sakit atau di faskes lain seperti klinik, puskesmas. Padahal yang diperlukan sebenarnya dalam perspektif epidemiologi itu yang disebut active case finding.
“Upaya dengan cepat di hulu harus terus meningkatkan pada populas yang beresiko, karena adanya angka yang sudah terjadi indikasi massive transmission atau local transmission di lapangan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.
Artis Celine Evangelista hadir dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 dengan membagikan pengalaman dalam berbinis busana muslimah syar'i.
Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak