Indonesia Masuk 20 Besar Negara dengan Utang Terbesar
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Warga Jakarta meluangkan waktu untuk bersantai di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur, Rabu (1/7/2020). Gumpalan busa serupa salju menjadi pemandangan unik bagi pendatang untuk sekadar melepas lelah usai bekerja./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Berdasarkan survei Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, separuh penduduk Jakarta terdeteksi memiliki antibodi untuk melawan Covid-19.
Data ini diperoleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta kolaborasi dengan Tim Pandemi FKM UI, Lembaga Eijkman, dan CDC Indonesia untuk melakukan survei serologi di Ibu Kota.
Survei secara spesifik ingin mengukur proporsi warga Jakarta yang memiliki antibodi terhadap Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti, menjelaskan, serologi merupakan teknik berbasis imunologi yang bertujuan mengukur respons imun terhadap suatu antigen dari sediaan darah seseorang.
Apabila seseorang pernah terpapar pada agen infeksius tertentu, tubuhnya akan terpicu menghasilkan antibodi spesifik yang dapat dideteksi.
“Melalui survei ini, kita dapat memperkirakan proporsi warga Jakarta yang pernah terinfeksi virus SARS CoV-2, baik yang teridentifikasi/terkonfirmasi oleh tes PCR maupun yang tidak. Kita bisa melihat juga gambaran lebih utuh tentang situasi pandemi di Jakarta, sehingga strategi penanganan dan pengendaliannya pun bisa disesuaikan,” terangnya mengutip keterangan pers Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (10/7/2021).
100 Kelurahan
Sebagai informasi, survei serologi dilaksanakan berbasis populasi dengan metode sampling, pada kurun waktu 15-31 Maret 2021.
Survei dilakukan di 100 kelurahan di 6 wilayah kota/kabupaten administrasi, mencakup 4.919 sampel berusia >1 tahun 98,4 persen dari total 5.000 target sampel, meliputi 54 persen perempuan dan 46 persen laki-laki, dengan kelompok usia 1-14 tahun 21,6 persen, 15-49 tahun 52 persen, dan 50+ tahun 26,4 persen.
Pakar epidemiologi dari Tim FKM UI Pandu Riono menjabarkan, bahwa dari hasil survei ini terlihat bahwa hampir separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi virus Corona, terbanyak pada usia 30-49 tahun.
Adapun, infeksi pada kelompok perempuan terdeteksi lebih tinggi sampai 47,9 persen dan kelompok yang belum kawin lebih rendah risiko terinfeksi 39,8 persen.
“Penduduk di wilayah padat penduduk lebih rentan terinfeksi sampai 48,4 persen. Semakin meningkat indeks massa tubuh, semakin banyak juga yang terinfeksi, dalam hal ini kelebihan berat badan 52,9 persen dan obesitas 51,6 persen. Orang dengan kadar gula darah tinggi juga lebih berisiko,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 naik menjadi Rp240 triliun untuk 60,6 juta penerima dengan pengawasan diperkuat.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya