OJK Catat 42 Multifinance Alami Kredit Macet di Atas 5 Persen
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
KRL Jogja-Solo. /Antara
Harianjogja.com, SOLO--Peminat KRL rute Solo-Yogyakarta terus meningkat seiring mulai menggeliatnya aktivitas masyarakat pascapandemi COVID-19.
"Sepanjang bulan puasa lalu, KRL Yogyakarta-Solo melayani 121.417 orang dengan pengguna terbanyak pada Sabtu (1/5/2021) sebanyak 4.958 orang," kata Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba di Stasiun Solobalapan, Jumat (28/5/2021).
Bahkan, dikatakannya, saat masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 layanan KRL Yogyakarta-Solo tetap beroperasi dengan 20 perjalanan/hari. Pihaknya mencatat di sepanjang 12 hari pemberlakuan masa peniadaan mudik, jumlah pengguna KRL Yogyakarta-Solo sebanyak 48.572 orang dengan pengguna terbanyak pada Senin (17/5/2021) sebanyak 7.172 orang.
"Angka ini turun sebesar 5,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 51.589 orang," katanya.
BACA JUGA: Rekor! Spesimen Harian 28 Mei Tembus 110.000, Kasus Baru 5.862
Bahkan, jika dilihat dari penjualan kartu multi trip (KMT) selama Lebaran untuk rute tersebut hampir mencapai 8.000 lembar. Menurut dia, dengan capaian tersebut artinya masyarakat antusias melakukan perjalanan dengan menggunakan KRL tersebut.
Ia mengatakan karena tingginya permintaan tersebut, rangkaian KRL yang awalnya hanya terdiri dari stamformasi (SF) empat kereta, untuk saat ini ditambah menjadi delapan/rangkaian.
"Ini karena meningkatnya antusiasme masyarakat tetapi di sisi lain ada pembatasan kapasitas. Selain itu, sejauh ini kan kami hanya dibatasi 20 perjalanan/hari," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Solobalapan Suharyanto mengatakan untuk penjualan KMT di stasiun tersebut saja rata-rata mencapai 350 KMT/hari. Menurut dia, penjualan tersebut memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat untuk naik KRL.
"Saya juga mengapresiasi warga yang sudah dengan sabar antre untuk menaiki KRL ini. Harapannya pemerintah bisa menambah jadwal lagi agar masyarakat yang belum merasakan karena melihat antrean panjang dan akhirnya pulang ke depan bisa ikut mencoba. Harapannya juga COVID-19 lekas usai sehingga tidak perlu ada pembatasan kapasitas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% pada Juli 2026, lebih cepat dari DPK 11,21% dan berpotensi menekan biaya dana serta NIM.
BPOM memanfaatkan AI untuk mempercepat penemuan obat, proses registrasi, sertifikasi, uji klinis, hingga melacak peredaran obat.
Dewa United mengalahkan PSS Sleman 2-1 dan naik ke puncak klasemen Super League 2026/27 dengan 10 poin.