Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, KLATEN--Sesosok mayat ditemukan di areal persawahan Klaten, Jawa Tengah.
Para petani di area persawahan Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, Klaten dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat, Rabu (19/5/2021).
Dari hasil pemeriksaan tim medis, pria berinisial MN (45) tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria tersebut.
Mayat itu kali pertama diketahui salah satu warga Desa Trunuh, Klaten, bernama Surono (54).
Surono menjelaskan pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB dia mengetahui sosok pria itu sudah telentang di rerumputan yang tumbuh pada area persawahan. Lokasi area persawahan berdekatan dengan tempat dia memproduksi batu bata.
BACA JUGA: Tangkal DBD, Sleman Luncurkan Program Si Wolly Nyaman, Apa Itu?
“Saya kira itu orang tiduran. Kemudian tidak saya hiraukan. Setelah pulang, sekitar pukul 13.00 WIB saya datang lagi. Ternyata posisinya masih sama,” kata Surono saat ditemui wartawan di sekitar lokasi penemuan, Rabu.
Lantaran curiga, Surono lantas meminta bantuan kepada warga sekitar untuk bersama-sama mengecek kondisi pria tersebut.
Ternyata, pria itu sudah meninggal dunia. Warga lantas melaporkan temuan jenazah itu ke polisi.
Belakangan diketahui pria itu merupakan salah satu warga Trunuh berinisial Mn, 45. Mn saban sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi untuk mengelola sawah miliknya tak jauh dari lokasi dia ditemukan meninggal dunia.
“Saya setiap hari ketemu. Dia mengelola sawah,” kata Surono.
Warga lainnya, Suradi (35), mengatakan tak ada bekas luka akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh Mn.
Dia juga sempat ikut mengecek lokasi gubuk yang didirikan Mn di tengah sawah yang dia kelola. Pada gubuk itu ditemukan secarik kertas bertuliskan ingin pulang ke salah satu desa di Kecamatan Wedi.
Kasubag Humas Polres Klaten, Iptu Nahrowi, menjelaskan sekitar pukul 13.30 WIB aparat Polsek Jogonalan dan petugas kesehatan mendatangi lokasi serta mengecek kondisi jenazah.
“Hasil visum tim medis tidak ada tanda-tanda kekerasan. Jenazah langsung dibawa keluarga untuk dimakamkan,” kata Nahrowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.