Indonesia Tekuk Singapura 2-0, Oratmangoen dan Romeny Cetak Gol
Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
FOTO ARSIP-Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). /ANTARA FOTO-M Risyal Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA- Kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali masih belum dievakuasi. Asisten Perencanaan dan Anggaran (V) (Asrena) Kasal Laksda TNI Muhammad Ali mengaku pihaknya masih mengalami kesulitan untuk mengangkat badan kapal selam KRI Nanggala 402.
Sejauh ini, alat yang digunakan untuk evakuasi hanya mampu membawa bagian kecil badan kapal dari kedalaman air 838 meter.
Ali menjelaskan saat ini terdapat kapal survei dari pemerintah China yang dilengkapi dengan kapal selam mini untuk membantu mengangkat kapal selam Nanggala-402. Kapal tersebut mampu menyelam hingga 1.000 meter kedalaman laut. Namun, kata Ali, proses pengangkatan masih sulit karena memang butuh dibantu tenaga manusia untuk mengaitkan ke kapal selam Nanggala-402.
Baca juga: Jaga Ekosistem, Puluhan Ribu Ikan Endemik Lokal Disebar di Sungai Klayar
"Tapi untuk mengangkat agak sulit karena menempelkan pengait dengan barang yang akan diangkat itu butuh tangan, butuh tangan bisa penyelam bisa robot," kata Ali dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube TNI Angkatan Laut, Selasa (4/5/2021).
Ali menyebut apabila bantuan dari penyelam tersebut membutuhkan baju khusus dan perlu dibantu dengan robot untuk pemasangan. Proses pengangkatan badan kapal pun masih belum mulus dilakukan mengingat bantuan itu hanya bisa menaikkan bagian kecilnya saja.
"Sampai saat ini mungkin bagian kecil saja yang bsa diangkat tapi bagian besar belum," tuturnya.
Baca juga: Terjadi Peningkatan Penularan, Sleman Zona Merah Covid-19
Selain kapal dari pemerintah China, pihaknya juga dibantu oleh kapal SKK Migas yang memiliki kemampuan memasang crane untuk mengangkut barang yang cukup berat dari dasar laut.
Ali menyebut tidak bisa menentukan batas waktu untuk proses evakuasi mengingat lokasi tenggelamnya kapal selam Nanggala-402. Belum lagi proses evakuasi terkendala oleh adanya internal wave atau gelombang dalam laut.
"Mungkin kita benar-benar harus hati-hati dan harus sabar."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal layanan SIM Kulonprogo Sabtu 26 September 2026 di MPP dan SIMENOR. Cek lokasi, jam pelayanan, syarat, dan jenis SIM yang dilayani.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.