Mantan Presiden AS Donald Trump Jalani Sidang Kasus Penipuan Sipil
Donald Trump menjalani sidang penipuan sipil, Senin (2/10/2023), yang dapat membuat dia dilarang melakukan bisnis di negara bagian New York.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (kiri) dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno (kanan)\r\njadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemuda Muhammadiyah, bertema \'Konfigurasi Politik Pemuda Muhammadiyah Menyambut Pesta Demokrasi 2024\'. Acara itu dihadiri pengurus Pemuda Muhammadiyah seluruh Indonesia, di Jakarta, Minggu (2/5/2021)./Dok.PDIP\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA – Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, bahwa selama ini banyak yang menduga partai politik atau parpol sekadar memikirkan pemenangan pemilu setiap lima tahun.
Namun, yang kerap tak diketahui, ujarnya, bahwa parpol sebenarnya memikirkan bagaimana menciptakan negarawan.
"Sering disebut politikus hanya pikirkan elektoral tiap 5 tahun, tapi negarawan memikirkan bagaimana generasi berikutnya," urai Eddy dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemuda Muhammadiyah bertema \'Konfigurasi Politik Pemuda Muhammadiyah Menyambut Pesta Demokrasi 2024\'. Acara itu dihadiri pengurus Pemuda Muhammadiyah seluruh Indonesia, di Jakarta, Minggu (2/5/2021).
BACA JUGA : Usung Heroe di Pilkada 2024, PAN Kota Jogja Siapkan
"Kami politisi hybrid. Artinya, tugas kita memenangkan pemilu. Betul. Itu tugas pokok supaya bisa perjuangkan aspirasi masyarakat. Namun, utamanya ada tugas menciptakan negarawan yang memikirkan generasi bangsa ke depan," tambah Eddy.
Dia pun mendorong Pemuda Muhammadiyah bisa menjadi penghubung yang baik bagi para generasi milenial, serta generasi Z. Khususnya demi bisa memahami politik dan tak apatis.
Adapun, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sunanto, mengatakan, bahwa pihaknya memang akan serius menyiapkan calon pemimpin bangsa ke depan yang memiliki kualitas negarawan.
"Tantangan kita, melahirkan pemuda negarawa, yang kita usahakan ke depan, kemungkinan adanya sekolah negarawan yang memupuk Pemuda Muhammadiyah yang tak ahistoris dengan sejarah perjuangan negara, dan juga tak melepaskan empati terhadap warga," ujar Sunanto.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menekankan empat hal.
Pertama, bagaimana Pemuda Muhammadiyah memiliki kekuatan ideologis dan moralitas yang baik.
BACA JUGA : PAN DIY Intensifkan Komunikasi ke Muhammadiyah
Kedua, bagaimana Pemuda Muhammadiyah bersama pemuda Indonesia lainnya menguasai sains dan teknologi, sebab tak ada bangsa yang besar tanpa riset serta inovasi.
Ketiga, kader Pemuda Muhammadiyah harus memiliki kemampuan organisasi yang, beserta kemampuan leadership yang handal dan juga mampu berkomunikasi yang baik.
"Keempat, cara pandang. Anda harus berjuang mendorong kemajuan Indonesia di dunia. Jadi outward looking," kata Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Donald Trump menjalani sidang penipuan sipil, Senin (2/10/2023), yang dapat membuat dia dilarang melakukan bisnis di negara bagian New York.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Timnas Indonesia umumkan 44 pemain untuk FIFA Matchday Juni 2026. Cek daftar lengkap skuad vs Oman dan Mozambik.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.