Pilur Bantul 2026, Bupati Ingatkan Calon Lurah Hindari Politik Uang
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Para mahasiswa di Jogja saat peluncuran rumah kebangsaan. /ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menggulirkan Rumah Kebangsaan Duta Anti Terorisme di Kota Jogja. Rumah ini sebagai tempat para mahasiswa di Jogja yang datang dari berbagai latar belakang untuk menumbuhkan kebersamaan.
Koordinator Pusat BEM Nusantara Dimas Prayoga menjelaskan rumah kebangsaan yang diluncurkan di Jogja ini sebagai salah satu media antarmahasiswa untuk menumbuhkan kebersamaan. Apalagi, Jogja sebagai Indonesia mini, yang mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Harapannya jika kebersamaan itu bisa ditumbuhkan, maka dapat mencegah adanya bibit-bibit radikalisme. Karena mahasiswa sangat rentan terpapar akan keyakinan radikal.
BACA JUGA : 60 Persen Sekolah di Sleman Terpapar Radikalisme
“Maka kami menggulirkan rumah kebangsaan duta anti terorisme mahasiswa Jogja, dari sini mahasiswa bisa menjalin kebersamaan bertukar ide, diskusi yang berpengang pada Pancasila dan menghinadari radikalisme,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2021).
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda DIY Kombes Pol Anjar Gunadi mengapresiasi langkah para mahasiswa yang membuat wadah rumah kebangsaan. Ia sepakat, melalui rumah tersebut diharapkan mahasiswa bisa menjalin kebersamaan dari berbagai latar belakang sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjalin.
“Kami mengapresiasi para mahasiswa yang sudah memiliki kepedulian untuk menumbuhkan persatuan dan kesatuan,” katanya.
Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY Achmad Mubarok menyatakan komitmennya dalam mencegah radikalisme dan terorisme, karena selama ini telah banyak merusak sendi kehidupan hingga kerukunan. Sedangkan mahasiswa menjadi salah satu pihak yang sangat rentan terpapar radikalisme. Oleh karena itu ia menggandeng sejumlah pihak seperti Polda DIY, Forum Persaudaraan Umat Beragama untuk memberikan ulasan kepada mahasiswa agar menghindari pemikiran radikal.
BACA JUGA : Kader PKS Siap Bendung Radikalisme dan Terorisme
“Kami berharap melalui gagasan, program kami agar jangan sampai keyakinan radikalisme, terorisme ini masuk ke lingkungan kampus. Bahwa kita harus selalu menjaga toleransi, karena sudah jelas tindakan teror itu tidak dibenarkan, maka kami sepakat bahwa aksi terorisme itu harus diberikan tindakan tegas,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.
Stasiun Lempuyangan ditata bertahap hingga 2027. Mulai 2028, penumpang KRL akan dilayani melalui akses Utara.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.