Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi. /ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian melalui satuan kerja terkait menerapkan sejumlah strategi untuk mempercepat perluasan realisasi industri batik yang ramah lingkungan. Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri batik untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal terbarukan serta melakukan efisiensi energi dalam proses produksinya.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi menyatakan strategi mewujudkan batik ramah lingkungan di antaranya menyusun standar, labelisasi dan sertifikasi produk batik sebagai upaya untuk penjaminan kualitas mutu batik, seperti SNI batik, Standar Industri Hijau (SIH) untuk produk batik.
Selain itu pengembangan aplikasi Batik Analyzer yang merupakan aplikasi pendeteksi batik dan tiruan batik serta pembuatan peralatan membatik hemat energi, seperti kompor listrik, canting listrik, mesin cap batik otomatis.
“Prinsipnya industri hijau atau industri berwawasan lingkungan juga bisa diterapkan di semua sektor industri, termasuk Industri skala kecil dan menengah seperti industri batik sekalipun,” katanya Sabtu (10/4/2021).
Ia menambahkan dengan adanya Standar Industri Hijau (SIH) untuk produk batik sejak 2019 diharapkan bisa membantu perajin batik dalam mengimplementasikan prinsip industri hijau dalam proses produksinya.
“Karena dalam SIH tersebut terdapat pedoman tentang penggunaan bahan baku, bahan penolong, dan energi; proses produksi; produk; manajemen pengusahaan sampai pada pengelolaan limbahnya,” katanya.
Kepala BBKB Kemenperin Titik Purwati Widowati menambahkan penerapan industri hijau di kerajinan batik yaitu pengunaan sumber daya terbarukan. Sebagai bahan bakunya seperti penggunaan media batik dari serat alam, penggunaan pewarna alami dan formula malam batik.
Bahan baku produksi batik masih menggunakan malam (lilin) dari formulasi parafin yang bersumber dari minyak bumi dan diprediksi perlahan akan habis. Kenyataan ini dapat mengancam kelangsungan industri batik tanah air, selain itu, sebagian bagian besar parafin masih diperoleh dengan cara impor.
“Maka perlu perekayasaan alat untuk meningkatkan produktivitas serta penerapan teknologi daur ulang limbah sisa malam batik maupun bahan pewarna juga bisa membantu mewujudkan industri batik ramah lingkungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.