Puan Sebut Kehadiran Prabowo di DPR Jadi Momentum Strategis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi. /ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian melalui satuan kerja terkait menerapkan sejumlah strategi untuk mempercepat perluasan realisasi industri batik yang ramah lingkungan. Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri batik untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal terbarukan serta melakukan efisiensi energi dalam proses produksinya.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi menyatakan strategi mewujudkan batik ramah lingkungan di antaranya menyusun standar, labelisasi dan sertifikasi produk batik sebagai upaya untuk penjaminan kualitas mutu batik, seperti SNI batik, Standar Industri Hijau (SIH) untuk produk batik.
Selain itu pengembangan aplikasi Batik Analyzer yang merupakan aplikasi pendeteksi batik dan tiruan batik serta pembuatan peralatan membatik hemat energi, seperti kompor listrik, canting listrik, mesin cap batik otomatis.
“Prinsipnya industri hijau atau industri berwawasan lingkungan juga bisa diterapkan di semua sektor industri, termasuk Industri skala kecil dan menengah seperti industri batik sekalipun,” katanya Sabtu (10/4/2021).
Ia menambahkan dengan adanya Standar Industri Hijau (SIH) untuk produk batik sejak 2019 diharapkan bisa membantu perajin batik dalam mengimplementasikan prinsip industri hijau dalam proses produksinya.
“Karena dalam SIH tersebut terdapat pedoman tentang penggunaan bahan baku, bahan penolong, dan energi; proses produksi; produk; manajemen pengusahaan sampai pada pengelolaan limbahnya,” katanya.
Kepala BBKB Kemenperin Titik Purwati Widowati menambahkan penerapan industri hijau di kerajinan batik yaitu pengunaan sumber daya terbarukan. Sebagai bahan bakunya seperti penggunaan media batik dari serat alam, penggunaan pewarna alami dan formula malam batik.
Bahan baku produksi batik masih menggunakan malam (lilin) dari formulasi parafin yang bersumber dari minyak bumi dan diprediksi perlahan akan habis. Kenyataan ini dapat mengancam kelangsungan industri batik tanah air, selain itu, sebagian bagian besar parafin masih diperoleh dengan cara impor.
“Maka perlu perekayasaan alat untuk meningkatkan produktivitas serta penerapan teknologi daur ulang limbah sisa malam batik maupun bahan pewarna juga bisa membantu mewujudkan industri batik ramah lingkungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.