MUI Luruskan Pemahaman Sri Mulyani Soal Pajak sama dengan Zakat
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluruskan pemahaman zakat atau wakaf yang disamakan dengan pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melambaikan tangan kepada awak media usai menjalani pertemuan dengan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/3/2021)./Antara-Raisan Al Farisi
Harianjogja.com, JAKARTA-- Identitas penyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) akhirnya terungkap. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membeberkan identitas wanita yang menyerang dengan senjata tersebut.
Menurut mantan Kabareskrim Polri itu, perempuan yang menembaki sejumlah anggota Polri secara membabibuta tersebut berinisial ZA (Zakiah Aini) berusia 25 tahun.
Dia menjelaskan bahwa ZA merupakan salah satu mahasiswi yang telah di drop out pada semester 5 di Universitas Gunadarma Depok dan berkediaman di Jalan Lapangan Tembak Gang Takwa Nomor 3, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.
Baca juga: Berjarak 1 Km, Rumah Kapolri Dijaga Ketat Usai Penembakan di Mabes Polri
"Setelah kita identifikasi pelaku berdasarkan sidik jari dan face recognition, ternyata hasilnya sesuai. Pelaku berinisial ZA," tuturnya, Rabu (31/3/2021) malam.
Menurut Sigit, dirinya telah memerintahkan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk melakukan profiling terhadap pelaku, sehingga dapat diketahui kelompok afiliasi teroris yang diikuti oleh pelaku tersebut.
"Saya sudah perintahkan Kadensus untuk selidiki kelompok teroris yang diikuti oleh ZA ini," katanya.
Baca juga: 3 Hari Pasca Bom Bunuh Diri, Densus 88 Tangkap Lagi Terduga Teroris di Makassar
Seperti diketahui, Mabes Polri digegerkan dengan temuan bungkusan mencurigakan berwarna biru disusul suara baku-tembak sebanyak tujuh kali di Mabes Polri Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan.
Seorang saksi mata Hendri mengemukakan baku-tembak sekitar sebanyak tujuh kali itu terjadi sejak pukul 16.30 WIB di dalam lingkungan Mabes Polri. Namun dia mengaku belum mengetahui apakah ada korban dalam insiden tersebut atau tidak.
"Ada bunyi tembak-tembakan tujuh kali tadi di dalam Mabes Polri," tuturnya, Rabu (31/3).
Selain suara baku tembak tersebut, menurut Hendri ada juga benda mencurigakan yaitu berupa sebuah kantong plastik berwarna biru yang tiba-tiba ada di depan pos jaga Mabes Polri.
"Tadi semua orang yang lewat sekitar situ, disuruh pada pergi, ngerinya itu bom," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluruskan pemahaman zakat atau wakaf yang disamakan dengan pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.