BPJPH Klaim 13 Juta Produk UMKM Kantongi Sertifikat Halal
BPJPH mencatat 13 juta produk UMKM telah bersertifikat halal hingga 2026. Banten menjadi provinsi dengan pendaftar terbanyak.
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss/ Bloomberg-Stefan Wermuth
Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bakal merilis hasil temuan tentang asal mula virus penyebab Covid-19 pada pertengahan Maret 2021.
"Menurut penghitungan saat ini adalah pekan 14-15 Maret," kata kepala misi, Peter Ben Embarek, saat konferensi pers di Jenewa, Jumat (5/3/2021).
Ben Embarek, pakar WHO tentang penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, pada akhir misi Februari mengatakan bahwa virus kemungkinan berasal dari kelelawar, meski belum diketahui pasti bagaimana virus dapat menjangkau manusia. Dia juga mengesampingkan kemungkinan soal virus muncul dari kebocoran laboratorium.
Para pejabat WHO sebelumnya menyebutkan bahwa misi tersebut kemungkinan mengeluarkan laporan kesimpulan sebelum temuan menyeluruh tersedia. Namun, rencana tersebut tidak dilanjutkan.
"Apa yang dipuji dari tim adalah bahwa mereka benar-benar usaha keras untuk membuat laporan lengkap sehingga kami dapat memiliki pembahasan yang tepat seputar laporan menyeluruh," kata Mike Ryan, pakar kedaruratan WHO.
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan, "Saya akan meyakinkan Anda bahwa semua yang telah terjadi selama kunjungan (ke China) akan disampaikan secara terbuka."
Misi WHO menimbulkan perdebatan politik. Washington menyatakan keinginannya untuk meninjau temuan mereka. Sejumlah kritikus juga beranggapan bahwa akses misi WHO di China sangat dibatasi.
Pada Kamis (4/3/2021) sebuah surat terbuka dari kelompok ilmuwan mengatakan misi WHO tidak memiliki mandat, kebebasan, atau akses yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan penuh dan tanpa batas terhadap semua teori tentang asal mula virus.
Salah satu penulis surat, Nikolai Petrovsky, pakar di Flinders University di Adelaide, Austarlia, pada Jumat menuturkan bahwa meski tim pimpinan WHO telah melakukan kunjungan, dunia masih tidak punya pengetahuan soal sumber Covid-19.
Duta Besar China untuk PBB di Jenewa, Chen Xu, dalam konferensi pers terpisah Jumat mengatakan hal itu bukan penyelidikan, melainkan penelitian ilmiah gabungan.
"Para pakar yang dipilih oleh Organisasi Kesehatan Dunia, mereka melakukan tugasnya, kerja sama ilmiah dengan mitra-mitra mereka di China," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Reuters
BPJPH mencatat 13 juta produk UMKM telah bersertifikat halal hingga 2026. Banten menjadi provinsi dengan pendaftar terbanyak.
Jepang menyiapkan pengerahan SDF ke Selat Hormuz dengan tiga syarat utama, termasuk gencatan senjata AS-Iran dan penurunan ancaman keamanan.
Wamenaker Afriansyah Noor mendorong revisi UU UAP 1930 dan aturan K3 karena dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan industri modern.
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal juara Indonesia Open 2026 setelah kalah 21-13, 18-21, 10-21 dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di final.
Bulog Jateng mempercepat penyaluran bantuan pangan, beras SPHP, dan Minyakita. Stok beras mencapai 366.846 ton hingga Juni 2026.