Update Rekapitulasi Suara Per Pukul 15.00 WIB, Prabowo-Gibran Raup 58,62% Anies-Imin 25,08%
Hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2024 dari 37 provinsi di Indonesia oleh KPU, Prabowo-Gibran memimpin.
Pandu Riono. JIBI/Bisnis-Nancy Junita
Harianjogja.com, JAKARTA - Epedimiolog dari Universitas Indonesia bersama dua rekannya yakni Irma Handayani dan Sulfikar Amir menggalang dukungan masyarakat melalui platform petisi online, Change.org, untuk menolah rencana pemerintah untuk mengizinkan program vaksin masndiri atau vaksin gotong royong.
Dalam narasi petisi tersebut, Pandu Riono menjelaskan bahwa rencana pemerintah untuk memperbolehkan vaksinasi mandiri akan menyebabkan ketimpangan yang tinggi dan justru dapat memperpanjang pandemi.
BACA JUGA : Epidemiolog Sebut Vaksinasi Mandiri Tak Diperlukan Selama
Dia mengutip pernyataan WHO bahwa program vaksinasi yang dilakukan pihak swasta hanya menguntungkan dan mengutamakan masyarakat tingkat ekonomi menengah ke atas di perkotaan saja. Dengan suplai vaksin yang masih sangat terbatas, masyarakat yang berada di daerah dan ekonomi menengah ke bawah yang justru memiliki tingkat risiko penularan yang lebih tinggi bisa tidak diprioritaskan dalam pembagian vaksin.
"Para tenaga kesehatan di daerah juga cemas. Apakah mereka akan kebagian vaksin secepat mungkin sehingga bisa melakukan tugasnya tanpa khawatir?" demikian penjelasan sosok yang sering disapa Juru Wabah ini.
Ayo dukung gerakan #VaccinEquity di Indonesia dengan menandatangani https://t.co/pQeNe9st4E pic.twitter.com/yz2pQ0wW6I
— Juru Wabah (@drpriono1) February 25, 2021
Menurut Pandu, saat ini suplai vaksin Covid-19 di dunia masih sangat terbatas. Walaupun Indonesia disebut sudah mengamankan ratusan juta dosis vaksin, jelas dia, distribusinya ke daerah masih jadi masalah.
BACA JUGA : Begini Syarat yang Diajukan BPOM untuk Vaksin Covid-19
Apalagi, sebutnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sendiri mengatakan bahwa tidak semua daerah memiliki penyimpanan yang cukup untuk menampung vaksin-vaksin Covid-19.
Di sisi lain, sambung Pandu, pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) berdalih skema vaksin mandiri akan membantu pemerintah mempercepat pencapaian kekebalan kelompok di Indonesia.
"Ini tidak bisa dibenarkan, karena vaksinasi mandiri justru menjadikan akses pada vaksinasi berdasarkan kemampuan ekonomi dan afiliasi dengan korporasi swasta," tegas pencetus petisi itu.
Keputusan tersebut dinilai juga bertentangan dengan rekomendasi WHO, UNHRC (Dewan HAM PBB) dan kesepakatan global bahwa semua upaya pengendalian pandemi, termasuk vaksinasi harus dilakukan dengan menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan vaksin seadil-adilnya.
"Kami pun bertanya-tanya, kalau vaksinasi mandiri diadakan, apakah ada jaminan program ini akan mempengaruhi program vaksin gratis secara keseluruhan? Bagaimana kita bisa mencapai herd immunity untuk seluruh masyarakat secara cepat?" jelasnya.
BACA JUGA : Kemenkes Kaji Usulan Vaksinasi Covid-19 Mandiri
Oleh karena itu, lewat petisi tersebut Presiden Jokowi, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri BUMN Erick Thohir diminta untuk membatalkan program vaksinasi mandiri.
"Jika memang hendak mengajak kerja sama pihak swasta, sebaiknya pihak swasta diajak untuk melakukan distribusi vaksin, bukan untuk melakukan vaksinasi secara mandiri."
Hingga berita ini dituliskan, Jumat (26/2/2021) 06.30 WIB, lebih dari 300 orang telah menandatangani petisi tersebut dan dikomentari belasan pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2024 dari 37 provinsi di Indonesia oleh KPU, Prabowo-Gibran memimpin.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.