Mulai 1 Oktober, OJK Wajibkan Laporan Insidental PMDK Lewat Sistem Terintegrasi
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
Ilustrasi bandara. /batam-airport.com
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengharapkan adanya kenaikan jumlah penumpang seiring dengan rencana pemberlakuan tes deteksi Covid-19 bagi penumpang pesawat menggunakan tes GeNose lantaran tarifnya yang lebih murah dan cukup efisien.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan dapat memaklumi apabila penerapan alat skrining bagi penumpang pesawat tersebut baru dapat dilaksanakan pada April 2021 karena prosedur yang harus dipersiapkan. Selain itu, ketersediaan alat tersebut juga masih menjadi pertimbangan agar pada pelaksanaanya bisa berjalan lancar.
BACA JUGA : GeNose Jadi Pilihan Tes Covid-19 Pesawat dan Kapal Mulai
“Kami tentu berharap dengan GeNose, jumlah penumpang mengalami penaikan. Kalau soal pelaksanaannya masih April tentu juga terkait pasokan alat yang masih mengantre,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (24/2/2021).
Sementara itu Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan bahwa pihaknya sebagai operator maskapai mendukung jika GeNose C19 diberlakukan sebagai syarat perjalanan untuk transportasi udara. Menurutnya hal tersebut akan meringankan biaya calon penumpang pesawat, dan mungkin akan mendorong kembali masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan udara yang tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah.
Adapun, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi yang mengatakan bahwa dengan digunakannya GeNose C19 pada moda transportasi udara maka akan mempercepat proses pemeriksaan penumpang pada area keberangkatan di bandara udara sebelum penumpang masuk ke dalam pesawat.
BACA JUGA : GeNose Bisa Dongkrak Prariwisata Jogja
"Dengan digunakan GeNose C19 moda udara maka akan membantu akselerasi dari notice airport capacity. Sehingga waktu untuk melakukan kegiatan penerbangan akan lebih singkat," katanya.
Hal yang senada juga diungkapkan oleh Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin akan mendukung penerapan GeNose C19 pada calon penumpang pesawat di bandara yang dikelola perseroan. Namun, harus ada payung hukum yang digunakan untuk pelaksanaannya.
Sementara, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai GeNose C19 telah sukses digunakan sebagai syarat perjalanan penumpang pada transportasi darat dan mengharapkan agar bisa diberlakukan bagi calon penumpang transportasi udara.
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan bahwa GeNose C19 sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sudah disetujui oleh Satgas Covid-19 dengan dikeluarkannya surat edaran, sehingga pihaknya yakin alat ini sudah teruji untuk digunakan sebagai alat deteksi Covid-19 di simpul-simpul transportasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Malaysia setelah terjatuh pada lap kedua. Pembalap Indonesia itu kini membidik hasil lebih baik di Qatar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 2 November 2026. Ada 12 pilihan keberangkatan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.