EHEF 2026 Kembali ke Yogyakarta, Buka Peluang Generasi Muda Kuliah di Eropa
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Wakaf Alquran oleh Yayasan Muslim Sinar Mas pada peringatan Milad Masjid Istiqlal ke-43./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Kontribusi dalam pembangunan akhlak mulia melalui wakaf Alquran dipilih Yayasan Muslim Sinar Mas pada peringatan Milad Masjid Istiqlal ke-43.
“Kami berharap melalui wakaf hari ini, akses masyarakat terhadap mushaf Alquran dan terjemahannya semakin terbuka. Agar kita dapat membaca, memahami dan memaknainya dengan tepat sekaligus kontekstual, sehingga keimanan dan akhlak kita semakin meningkat. Selaras dengan tema milad, Memberdayakan Umat untuk Kemajuan Bangsa,” ujar Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM), KH Saleh Husin dalam penyerahan 3.000 mushaf Alquran bagi Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, yang diterima oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.
Turut hadir menyaksikan acara itu adalah pengurus Yayasan Muslim Sinarmas Yan Partawijaya dan Imam Islamic Centre of New York Muhammad Syamsi Ali.
Wakil Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas, Dhonny Rahayoe mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahim serta upaya yayasan dalam memperkuat hubungan antara umat yang toleran dan sejuk. “Kami banyak mendapatkan pelajaran penting dari para pengelola Masjid Istiqlal dalam langkah kami menjadikan ratusan sarana peribadatan Islam di lingkup Sinar Mas sebagai wahana penyebarluasan nilai keislaman yang terbuka, damai, dan peduli sesama,” ujarnya.
Menurut Saleh, pertimbangan mewakafkan versi cetak dikarenakan kehadirannya masih menjadi pilihan utama umat muslim meskipun teknologi digital telah menjadi alternatif yang baik guna mendalami nilai-nilai keislaman. “Kebutuhan masyarakat akan mushaf tercetak belum tergantikan, terutama di sarana peribadatan, lembaga keagamaan dan pendidikan,” tambahnya.
YMSM hadir guna mewadahi praktik ke-Islam-an yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih di lingkup Sinar Mas, memanfaatkan potensi yang dimiliki segenap karyawan di lingkup internal guna tak sekadar meningkatkan produktivitas kerja, namun juga ketakwaan pribadi. Sementara di luar, yayasan mendorong silaturahim sekaligus sinergi bersama sosok maupun lembaga keagamaan, melalui beragam kegiatan sosial, dan pendidikan.
Sejak tahun 2008, dengan dukungan Asia Pulp & Paper Sinar Mas, telah terdonasikan lebih dari 1 juta mushaf Alquran, 150 ribu buku panduan membaca Alquran atau Juz Amma, juga 300 set Alquran Braille bagi tuna netra, baik melalui mitra, maupun pilar bisnis Sinar Mas yang tersebar di berbagai wilayah. Tahun ini, Sinar Mas berencana mewakafkan hingga 150.000 mushaf, berikut 25.000 Juz Amma.
Seluruh kertas dalam Alquran yang diwakafkan, menggunakan kertas premium Sinar Tech atau lebih dikenal sebagai Quran Paper (QPP) yang dikembangkan oleh Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang guna pencetakan kitab suci dan buku agama. Quran Paper yang memenuhi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia karena bahan baku dan proses produksinya memenuhi kaidah kehalalan ini, hingga 90 persen produksinya di ekspor ke berbagai negara Asia dan Afrika. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
ICIFiMS 2026 UIN Sunan Kalijaga menghadirkan akademisi internasional. Kaprodi MKS juga mengingatkan pentingnya data dalam argumentasi mahasiswa.
Bakom RI menanggapi dugaan penyadapan Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh nasional. Pemerintah menegaskan akan melawan tindakan makar.
Indef mengidentifikasi empat penyebab harga beras medium masih di atas HET meski stok Bulog mencapai 4,59 juta ton.
Jadwal KRL Palur-Jogja 6 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di 13 stasiun.
Samin Tan didakwa melakukan pencucian uang Rp18,1 triliun dari penjualan batu bara PT AKT yang diduga berasal dari pertambangan ilegal.