Kementerian PPPA Turunkan Tim Khusus Usut Pemerkosaan Anak di Luwu Timur
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan menurunkan tim khusus untuk mengusut pemerkosaan anak diKabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Petugas kesehatan mengikuti simulasi uji coba vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, Aceh, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO/Rahmad
Harianjogja.com, JAKARTA - Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) menyatakan belum menerima permintaan kerja sama program Vaksinasi Gotong Royong yang diinisiasi oleh pelaku usaha nasional.
Wakil Ketua Umum ARSSI Noor Arida Sofiana mengatakan pihaknya belum menerima permintaan kerjasama dari perusahaan swasta, tak terkecuali perusahaan farmasi terkait dengan program Vaksinasi Gotong Royong.
“Dari pihak pengusaha farmasi juga belum ada permintaan kerjasama dengan rumah sakit swasta. Dalam hal ini mungkin juga menunggu regulasi pemerintah,” katanya kepada Bisnis, Kamis (11/2/2021).
BACA JUGA : Ini Progres Percepatan Pengembangan Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia
Oleh karena itu, Arida belum bisa menjelaskan bagaimana mekanisme pelaksanaan program vaksinasi di rumah sakit swasta diluar program pemerintah. Namun yang jelas, rumah sakit swasta siap membantu program Vaksinasi Gotong Royong apabila diminta.
Sejauh ini, rumah sakit swasta masih fokus pada pemberian vaksin virus Corona kepada tenaga kesehatan sesuai dengan petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan.
Terkait dengan vaksinasi diluar program pemerintah, sebelumnya beberapa rumah sakit swasta diketahui menawarkan pendaftaran layanan vaksinasi mandiri lewat media sosialnya. Menurut Arida, hal tersebut dilakukan sebatas untuk melihat seberapa besar antusiasme masyarakat.
BACA JUGA : Terima 9.600 Dosis, Kota Jogja Genjot Vaksinasi Covid-19
"Untuk iklan vaksinasi mandiri ini mungkin hanya melihat respon masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi dan baru akan dilakukan pre-order setelah ada petunjuk teknis pelayanan vaksinasi mandiri dari Kemenkes," tutur Arida.
Seperti diketahui, Perusahaan farmasi swasta nasional kemungkinan besar akan dilibatkan untuk program Vaksinasi Gotong Royong yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan perusahaan farmasi swasta dari dalam negeri punya peluang untuk menjadi importir vaksin untuk program Vaksinasi Gotong Royong. Vaksin untuk program tersebut akan didatangkan dari beberapa produsen di seluruh dunia, kecuali Sinovac.
BACA JUGA : Lebih dari 1.000 Tenaga Kesehatan di Kota Jogja Telah
“Kami sudah bicara juga dengan mereka [perusahaan farmasi swasta nasional], ini masih dikoordinasikan dengan pemerintah untuk regulasinya bagaimana swasta diperbolehkan untuk impor langsung,” katanya, Kamis (11/2/2021).
Rosan tak bisa memastikan kapan regulasi terkait impor vaksin Covid-19 oleh swasta bisa rampung. Namun yang jelas, kebijakan mengenai program Vaksinasi Gotong Royong kemungkinan bisa diselesaikan oleh pemerintah pada pekan ketiga Februari 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan menurunkan tim khusus untuk mengusut pemerkosaan anak diKabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.