Harga Elektronik Naik, Polytron dan Sharp Atur Ulang Produksi
Pelemahan daya beli dan mahalnya komponen impor membuat industri elektronik melakukan efisiensi produksi dan menata ulang rantai pasok pada semester II/2026.
Sebuah gunung es raksasa terlihat di dekat Desa Innaarsuit, Greenland, Kamis (12/7)./Magnus Kristensen via Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Permukaan es di Greenland kian gawat. Para ahli memprediksi pada 2055 hujan salju musim dingin di Greenland tidak lagi cukup untuk melapisi kembali es yang mencair di setiap musim panas.
Menutut Live Science, Selasa (2/2/2021), sebuah studi baru mengemukakan bahwa kenaikan suhu global mendorong perubahan dramatis ini. Jika Bumi terus memanas pada kecepatannya saat ini, suhu global rata-rata akan naik hampir 5 derajat Fahrenheit (2,7 derajat Celcius) pada tahun 2055. Dengan demikian, rata-rata suhu di Greenland menjadi lebih panas, yakni naik sekitar 8 F (4,5 C).
Di bawah kondisi tersebut, hilangnya es tahunan Greenland dapat meningkatkan permukaan laut hingga 5 inci (13 sentimeter) pada 2100, kecuali langkah drastis seperti menekan emisi gas rumah kaca dan memperlambat tren pemanasan global diambil dari sekarang.
Profesor Riset di Lamont-Doherty Earth Observatory Universitas Columbia Marco Tedesco mengatakan dalam studi terbaru itu, peneliti menghitung bahwa dunia telah kehilangan 28 triliun ton es dalam 24 tahun, yaitu dari 1994 hingga 2017. Seiring waktu, permukaan air laut pun semakin meningkat.
Saat ini, Greenland dan gletser minor memainkan peran dominan dalam kenaikan permukaan laut, sedangkan kontribusi sisanya disebabkan oleh fenomena pemuaian panas lautan.
"Semakin kita menghangatkan lautan yang menyerap sekitar 85 persen panas akibat pemanasan global, semakin mendorong naiknya laut," ujarnya website resmi Universitas Colombia.
Menurut peneliti dari University of Leeds, penulis yang baru saja menerbitkan hasil studinya di The Cryosphere, setengah es yang hilang termasuk 6,1 triliun ton dari gletser gunung, 3,8 triliun ton dari lapisan es Greenland, dan 2,5 triliun ton dari lapisan es Antartika.
Kebocoran ini menaikkan permukaan laut global hingga 35 milimeter. Setiap sentimeter kenaikan permukaan laut, satu juta orang berisiko mengungsi dari dataran rendah.
Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menyelematkan bumi ini yaitu mengurangi emisi karbon. Tanpa pembalikan seperti itu, konsekuensi terhadap planet kita, dan kehidupan di sepanjang pantai seperti yang kita kenal sekarang, akan berubah bentuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pelemahan daya beli dan mahalnya komponen impor membuat industri elektronik melakukan efisiensi produksi dan menata ulang rantai pasok pada semester II/2026.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.