Indonesia Masuk 20 Besar Negara dengan Utang Terbesar
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Petugas medis sebelum penyuntikan vaksin CoronaVac di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Kamis (14/1/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Vaksinolog mengatakan secara umum tidak ada vaksin yang efikasi atau efektivitasnya sampai 100 persen.
Dari penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan berdasarkan data dari uji klinis, efikasi vaksin ini di Indonesia 65,3 persen. Artinya, orang yang divaksin punya risiko 3 lali lebih rendah untuk mengalami Covid-19 bergejala.
"Angka ini signifikan terutama di masa pandemi. Tidak ada vaksin yang efektivitasnya 100 persen, jadi yang divaksin pun masih mungkin tidak memiliki kekebalan. Tapi kan kita tahu dengan angka segitu dampaknya akan luar biasa," kata Vaksinolog Dirga Rambe pada Dialog Kominfo, Senin (25/1/2021).
Oleh karena itu, imbuh Dirga, vaksinasi harus dilakukan bersamaan dengan penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).
Sementara itu, menanggapi adanya mutasi virus Corona menjadi lebih berbahaya dan menular, Dirga menjelaskan bahwa semua merek vaksin yang sudah dikembangkan, termasuk Sinovac, sampai saat ini masih efektif menghadapi hasil mutasi.
"Tapi kalau setahun atau 2 tahun lagi jawabannya bisa berbeda. Makanya harus dihentikan penyebarannya, karena makin tersebar makin banyak bermutasi," ujarnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa di Indonesia belum ditemui mutasi virus SARS CoV-2 terbaru. Menurutnya, yang masih ada adalah mutasi virus D614G berdasarkan data Whole Genome Sequencing (WGS).
Oleh karena itu, Dirga berharap masyarakat tidak menunggu sampai ada vaksin dengan efikasi 95 persen. "Gunakan yang sudah tersedia. Karena ini kebutuhan untuk segera terlindungi," imbuh Dirga.
Seperti diketahui, program vaksinasi Covid-19 nasional secara gratis telah resmi dimulai pada 13 Januari 2021 dengan Presiden Jokowi menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19 Sinovac.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.
Cek jadwal SIM Keliling Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Fuad Hasan Masyhur membantah uang US$500.000 yang disita dari rumahnya merupakan keuntungan penyelenggaraan ibadah haji.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 2 Oktober 2026 lengkap tiap stasiun. KRL berangkat mulai 05.05 WIB dengan tarif Rp8.000.