IHSG Jumat 28 Agustus Diprediksi Menguat, Ini Saham Pilihannya
IHSG diprediksi melanjutkan penguatan Jumat 28 Agustus 2026. DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO masuk radar rekomendasi analis.
Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020)./ANTARA FOTO-Galih Pradipta
Harianjogja.com, JAKARTA- Upaya skrining Covid-19 di Tanah Air terus dilakukan. Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong para peneliti untuk menciptakan alat skrining atau penapisan COVID-19 yang murah dan nyaman dipakai.
"Kemenristek/BRIN tetap membuka peluang bagi para peneliti untuk terus melahirkan alat-alat skrining yang memenuhi kriteria penting," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam Webinar GeNose C19 - Inovasi Teknologi Alat Kesehatan Anak Bangsa, Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Menristek Bambang menuturkan kriteria penting tersebut adalah mudah dan nyaman dipakai, harga terjangkau, serta tingkat akurasi yang tinggi.
Baca juga: Raffi Ahmad Digugat: Dilarang Keluar Rumah hingga Wajib Minta Maaf
"Bagaimanapun tes yang mahal, skrining yang mahal akan memberatkan sebagian masyarakat," ujarnya.
Segala protokol dan uji klinis dalam pengembangan alat kesehatan juga harus selalu diperhatikan.
"Kalau kita membuat suatu produk, itu bisa sebagai produk bermutu," tutur Menristek Bambang.
Pada acara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan pada umumnya dalam menangani suatu wabah atau pandemi, salah satu kemampuan yang diperlukan adalah kemampuan deteksi.
Baca juga: Pakai Masker Ganda Lebih Efektif Lawan Virus Corona?
Dalam hal itu, kehadiran GeNose, alat skrining COVID-19 berbasis embusan nafas dan menggunakan kecerdasan buatan, mendukung upaya meningkatkan penapisan COVID-19.
Kemristek dorong peneliti buat alat skrining COVID-19 murah dan nyaman
Amin menuturkan alat deteksi dalam kasus pandemi diharapkan memiliki dua kemampuan utama yaitu harus memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi.
Kemudian, alat deteksi itu juga harus memiliki kinerja atau "performance" yang bagus, yang dapat dilihat antara lain dari aspek akurasi dan keajegan yang bagus serta kecepatan menganalisa. Selain itu, juga harus diperhatikan aspek stabilitas alatnya.
"Ini yang dijanjikan GeNose dalam waktu sekian menit sudah diperoleh hasilnya. Ini sangat penting apabila kita melakukan deteksi dalam jumlah orang yang besar dalam waktu pendek," ujarnya.
Dalam praktik kerja GeNose C19, seseorang cukup mengembuskan nafas ke dalam alat penampung atau pengumpul nafas. Kemudian, embusan nafas itu akan dianalisis dengan kecerdasan buatan. Hanya menunggu beberapa menit, hasil langsung keluar yang menunjukkan seseorang positif atau negatif COVID-19.
Hasil dapat diketahui tidak lebih dari lima menit. Data analisis GeNose C19 juga telah terhubung ke sistem Cloud untuk diakses dalam jaringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG diprediksi melanjutkan penguatan Jumat 28 Agustus 2026. DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO masuk radar rekomendasi analis.
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.
Iran menyatakan ekspor minyak tetap berjalan meski diblokade AS. Teheran juga memulihkan 40% kapasitas produksi South Pars.
Penganiayaan terjadi di Waduk Sermo, Kulonprogo. Seorang perempuan dipukul pria setelah menegur pelaku yang terus menatapnya.
Polda Metro Jaya menyebut perusakan dan pembakaran di kawasan Senayan dilakukan kelompok perusuh setelah aksi AMPB Pati selesai.
RUU Perampasan Aset ditarget disahkan Desember 2026. Draft mengatur negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana.