Pasar Modal Indonesia Genap 49 Tahun, Ini Sejarah Panjangnya
Pasar modal Indonesia genap 49 tahun sejak diaktifkan kembali pada 1977. Sejarahnya ternyata telah dimulai sejak era kolonial Belanda.
Dansatgasla Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan (dua kanan) mendengarkan penjelasan dari Direktur Operasional Puskopaska Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi (kanan) di KRI Rigel-933, Selasa (12/1/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Dua penumpang yang menjadi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak asal NTB diduga menggunakan identitas palsu. Dari kejadian itu, kelemahan sistem keamanan penerbangan Indonesia mulai terkuak.
Pengamat penerbangan yang juga anggota Ombudsman Alvin Lie mengatakan kabar tersebut menjadi perspektif lain dari kelemahan sistem pengamanan penerbangan. Jika kabar tersebut benar, petugas check-in yang lalai menjadi tanggung jawab maskapai dan staf ground handling yang ditunjuk oleh maskapai.
Selama ini pula, Alvin menyebutkan pemerintah sudah menggunakan teknologi e-KTP tetapi sayangnya fitur-fitur pengamanan yang ada di dalamnya tidak pernah dimanfaatkan.
Baca juga: Tim SAR AL Kumpulkan 4 Kantong Puing hingga Pakaian Korban Sriwijaya Air SJ182
“Sebaiknya konter check-in di bandara dilengkapi dengan mesin pembaca e-KTP untuk verifikasi identitas,” ujarnya, Selasa (12/1/2021).
Di samping itu petugas check-in juga perlu uji silang identitas yang tertera di e-KTP dengan menanyakan kepada penumpang. Dia mencontohkan tempat & tanggal lahir. Kemudian alamat yang tertera, Nama kelurahan atau kecamatan yang tertera.
“Jika penumpang kesulitan atau ragu menjawab, itu indikasi penyalahgunaan e-KTP orang lain. Sederhana saja,” tekannya.
Saat ini Polri tengah mendalami dugaan adanya dua penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak asal NTB yang menggunakan identitas orang lain.
Baca juga: Ini Penyebab Black Box Sriwijaya Air SJ182 Belum Ditemukan
Sebelumnya beredar kabar bahwa sepasang suami-istri asal Ende, NTB bernama Teofilus Lau Ura dan Selvin Daro yang diduga menggunakan identitas milik orang lain saat menumpangi pesawat nahas tersebut.
Berdasar data manifes, Teofilus dan Selvin diduga menggunakan identitas orang lain atas nama Feliks Wenggo dan Sarah Beatrice Alomau. Mereka duduk di kursi nomor 17 dan 18.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pasar modal Indonesia genap 49 tahun sejak diaktifkan kembali pada 1977. Sejarahnya ternyata telah dimulai sejak era kolonial Belanda.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.