Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Cegah Sel Kanker
Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Seorang peserta aksi dari Front Pembela Islam (FPI) mengendarai motor di antara penjagaan aparat kepolisian saat aksi demo memprotes film \'Innocence of Muslims\' di Kedutaan Amerika Serikat, Jakarta, Senin (17/9/2012)./ANTARA-Dhoni Setiawan
Harianjogja.com, SLEMAN— Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta [Polda DIY] mencopot dua atribut Front Pembela Islam [FPI] yang masih terpasang di kawasan Kapanewon Gamping, Sleman. Langkah itu merupakan tindaklanjut dari Maklumat Kapolri Nomor/1/I/2021 Tentang Kepatuhan Terhadap Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan FPI.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto mengatakan, FPI di DIY sudah lama vakum alias tak berkegiatan. Namun begitu, sejumlah atribut maupun plangnya masih ada yang terpasang. “Hari ini diturunkan yang di Gamping,” ujarnya, Jumat (1/1/2020).
Terdapat tiga atribut FPI yang dicopot. Jenis atributnya berupa papan nama serta papan penunjuk arah. Ketiga atribut itu lokasinya tak jauh dari eks Markas Besar FPI DIY, tepatnya di Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman.
Penurunan atribut FPI, ucap Yuli, “guna memberikan perlindungan dan menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat.” Masyarakat pun juga dilarang untuk terlibat, mendukung maupun memfasilitasi kegiatan FPI. Termasuk menggunakan simbol, logo maupun atribut terkait.
Masyarakat, lanjut Yuli juga dilarang menyebarkan konten maupun unggahan terkait FPI melalui media sosial ataupun laman digital. Jika masih ditemukan atribut FPI yang terpasang, masyarakat pun diimbau untuk melaporkannya ke pihak berwenang.
“Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ataupun diskresi Kepolisian,” ucap Yuli menirukan isi Maklumat Kapolri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.