Profil Stadion Megah Tuan Rumah Semifinal Prancis vs Spanyol
AT&T Stadium di Arlington, Texas, menjadi tuan rumah semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol. Simak profil dan sejarahnya.
Ilustrasi vaksin Covid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang pejabat tinggi kesehatan China, George Gao Fu, yang merupakan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengimbau agar berhati-hati tentang teknologi vaksin baru yang digunakan dalam suntikan virus corona yang diizinkan di Amerika Serikat dan Inggris.
Ia mengatakan vaksin mRNA yang dikembangkan oleh Inggris dan AS itu, diberikan kepada orang sehat untuk pertama kalinya dengan metode tersebut, dan peluncuran seperti itu memiliki risiko.
Seperti diketahui, saat ini vaksin Covid-19 buatan Inggris dan AS mengembangkan dengan metode mRNA tersebut, sementara itu, China memakai metode lama inaktif.
"Negara-negara Barat mengadopsi teknologi mRNA, yang dikembangkan untuk pasien kanker. Saya tidak tahu apakah itu akan memiliki efek samping di masa depan, tetapi risikonya tidak dapat dikesampingkan," ujarnya dilansir dari SCMP.
“Ada masalah keamanan saat vaksin mRNA diberikan kepada orang sehat untuk pertama kalinya. Sebagai profesional, kita harus memiliki sikap ilmiah dan menganalisis hasilnya. "
Dia menjelaskan eknologi mRNA menipu tubuh untuk membuat protein virus itu sendiri yang pada gilirannya memicu tanggapan kekebalan, sementara vaksin tradisional, seperti kebanyakan suntikan flu, menggunakan virus yang tidak aktif untuk memicu sistem kekebalan.
Sudah ada uji coba vaksin kanker mRNA pada manusia setidaknya sejak 2011, tetapi baru sekarang teknologinya telah disetujui untuk penggunaan umum, dengan regulator di AS dan Inggris mengizinkan Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk mendistribusikan vaksin mereka.
AS dan Jerman memimpin pengembangan vaksin mRNA, sementara Prancis tidak menggunakannya karena masalah keamanan, menurut Institut Pasteur.
Sementara itu, China bertaruh pada teknologi lama dan baru dengan mengembangkan vaksin Covid-19 dalam lima kategori vaksin yang tidak aktif, vaksin protein rekombinan (subunit), vaksin influenza hidup yang dilemahkan, vaksin adenovirus, dan vaksin berbasis asam nukleat.
Masalah keamanan yang akan mempengaruhi sejumlah besar vaksin kebanyakan muncul dalam dua bulan, menurut Michel Goldman, profesor imunologi di Université Libre de Bruxelles di Belgia.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah riset Uni Eropa Horizon, Goldman mengatakan bahwa setelah vaksin diberikan kepada jutaan orang, efek samping yang tidak terduga yang sangat jarang dapat terjadi.
Akibatnya, para peneliti dan regulator akan mengawasi bagaimana peluncuran vaksin itu berjalan, katanya.
Gao mengatakan tiga vaksin tidak aktif China mendekati akhir uji klinis dan menunjukkan hasil yang baik. Vaksin lain - vaksin subunit, terdiri dari protein atau komponen glikoprotein dari patogen yang mampu menginduksi respon imun pelindung - juga memasuki fase terakhir uji klinis, katanya.
“Kami tidak berlomba dengan negara lain untuk memproduksi vaksin,” kata Gao. “Kami berpacu dengan virus. Kita harus bersatu untuk memeranginya. "
Pejabat itu juga mengatakan China belum menemukan sumber hewan dari virus corona.
?"Saya pernah ke Wuhan untuk mencari asal hewan dan gagal menemukan [virus yang sama]," kata Gao, merujuk pada kota di China tengah tempat virus korona pertama kali terdeteksi. “Mungkin butuh waktu lama untuk menemukan virusnya. Mungkin juga virus akan menghilang sebelum kami menemukan asalnya. "
Wuhan adalah titik nol pandemi, dengan kasus pertama terkait dengan pasar basah lokal yang menjual berbagai hewan eksotis dari burung merak hingga musang sawit bertopeng. Ilmuwan menduga virus pertama kali dibawa oleh inang hewan sebelum ditularkan ke manusia.
Sebuah tim yang terdiri dari 10 ilmuwan internasional akan melakukan perjalanan ke Wuhan bulan depan untuk menyelidiki asal mula penyakit tersebut, kata Organisasi Kesehatan Dunia.
AS, yang menuduh China menutupi luasnya wabah, telah mengkritik ketentuan penyelidikan, yang memungkinkan para ilmuwan China untuk melakukan penelitian awal tahap pertama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
AT&T Stadium di Arlington, Texas, menjadi tuan rumah semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol. Simak profil dan sejarahnya.
Rehan/Gloria gagal ke final Taipei Open 2026 usai kalah dramatis dari wakil Jepang 17-21, 20-22. Indonesia tanpa gelar di Super 300 kali ini.
Harian Jogja meraih Media Brand Awards 2026 kategori Media Lokal Terbaik dari SPS, mempertegas komitmen menghadirkan jurnalisme berkualitas.
CEO Microsoft Satya Nadella peringatkan perusahaan: jangan terlalu andalkan AI! Data sensitif bisa bocor dan bisnis hancur. Simak saran lengkapnya
Pembangunan prasarana fisik Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan rampung 100 persen. Seluruh infrastruktur
Apple kewalahan hadapi lonjakan permintaan iPhone di kuartal III 2026. Tim Cook akui pasokan tak cukup. Simak dampaknya bagi konsumen