Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini 11 Agustus, Cek Lengkapnya
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap Palur-Yogyakarta dan tarif KRL Rp8.000.
Pengolahan air limbah laundry. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya usaha laundry di wilayah DIY yang belum memiliki pengolahan air limbah menjadi perhatian para akademisi. Karena ketiadaan pengolahan tersebut dapat menimbulkan pencemaran air terutama di sungai.
Binatu atau jasa laundry menjadi salah satu usaha masyarakat yang berkembang seiring berkembangnya aktivitas pariwisata. Industri Binatu berkembang mulai dari skala rumah tangga hingga industri besar. Namun banyak yang tidak memiliki unit atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sehingga air limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke lingkungan atau drainase, yang mengalir ke badan air lebih besar atau ke sungai.
BACA JUGA : Duh..Warga Jogja Masih Banyak Buang Air Limbah ke Drainase
“Karena belum memiliki pengolahan limbah, kami menemukan banyak usaha binatu memberi andil yang besar terhadap pencemaran badan air [sungai] khususnya di Bantul dan sekitarnya. Selain itu belum ada baku mutu yang mengatur mengenai kandungan efluen air limbah binatu yang dapat dibuang ke badan air atau lingkungan,” ungkap Dosen Fakultas Farmasi UAD Dian Prasasti dalam rilisnya, Jumat (25/12/2020).
Adapun bahan aktif yang banyak terkandung pada pelembut pakaian dan deterjen adalah kwaterner ammonium klorida, LAS, sodium dodecyl benzene sulfonate, natrium karbonat, natrium fosfat, alkilbenzena sulfonate. Bahan tersebut memang ramah lingkungan, namun jika berlebihan berpotensi mencemari badan air. Selain mengandung bahan aktif tersebut, limbah tersebut juga kaya kandungan fosfat yang akan menimbulkan bahaya eutrofikasi dan ledakan alga bila mencapai laut.
BACA JUGA : Air Limbah Masuk Permukiman, Warga Blokade TPST Piyungan
“Kami mengajak mitra binatu untuk bersama melakukan pembuatan sistem pengolahan air limbah melalui pengabdian ini. Kami mulai dari sosialisasi kepada mitra, membuat rancangan sistem pengelolaan limbah dan pemilihan bahan yang digunakan. Lalu pembuatan pengolahan limbah, membangun pondasi dan kerangka bak pengolahan limbah, membangun bak pengolahan,” kata Dosen Fakultas Farmasi Aprilia Kusbandari yang ikut melakukan pendampingan.
Setelah bak sudah jadi kemudian dilakukan pengukuran pH air limbah yang sudah diolah dibandingkan dengan pH air limbah untuk mencapai agar pH-nya menjadi pH 6. Hal ini untuk membuktikan bahwa sistem pengolahan berfungsi dengan baik. Kemudian didukung dengan uji coba penebaran ikan dengan memastikan tidak adanya kandungan racun di air hasil pengolahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap Palur-Yogyakarta dan tarif KRL Rp8.000.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.