Prakiraan Cuaca DIY Minggu 27 September, Belum Ada Tanda Turun Hujan
Prakiraan cuaca DIY Minggu 27 September 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berpotensi mengalami udara kabur.
Pengolahan air limbah laundry. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya usaha laundry di wilayah DIY yang belum memiliki pengolahan air limbah menjadi perhatian para akademisi. Karena ketiadaan pengolahan tersebut dapat menimbulkan pencemaran air terutama di sungai.
Binatu atau jasa laundry menjadi salah satu usaha masyarakat yang berkembang seiring berkembangnya aktivitas pariwisata. Industri Binatu berkembang mulai dari skala rumah tangga hingga industri besar. Namun banyak yang tidak memiliki unit atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sehingga air limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke lingkungan atau drainase, yang mengalir ke badan air lebih besar atau ke sungai.
BACA JUGA : Duh..Warga Jogja Masih Banyak Buang Air Limbah ke Drainase
“Karena belum memiliki pengolahan limbah, kami menemukan banyak usaha binatu memberi andil yang besar terhadap pencemaran badan air [sungai] khususnya di Bantul dan sekitarnya. Selain itu belum ada baku mutu yang mengatur mengenai kandungan efluen air limbah binatu yang dapat dibuang ke badan air atau lingkungan,” ungkap Dosen Fakultas Farmasi UAD Dian Prasasti dalam rilisnya, Jumat (25/12/2020).
Adapun bahan aktif yang banyak terkandung pada pelembut pakaian dan deterjen adalah kwaterner ammonium klorida, LAS, sodium dodecyl benzene sulfonate, natrium karbonat, natrium fosfat, alkilbenzena sulfonate. Bahan tersebut memang ramah lingkungan, namun jika berlebihan berpotensi mencemari badan air. Selain mengandung bahan aktif tersebut, limbah tersebut juga kaya kandungan fosfat yang akan menimbulkan bahaya eutrofikasi dan ledakan alga bila mencapai laut.
BACA JUGA : Air Limbah Masuk Permukiman, Warga Blokade TPST Piyungan
“Kami mengajak mitra binatu untuk bersama melakukan pembuatan sistem pengolahan air limbah melalui pengabdian ini. Kami mulai dari sosialisasi kepada mitra, membuat rancangan sistem pengelolaan limbah dan pemilihan bahan yang digunakan. Lalu pembuatan pengolahan limbah, membangun pondasi dan kerangka bak pengolahan limbah, membangun bak pengolahan,” kata Dosen Fakultas Farmasi Aprilia Kusbandari yang ikut melakukan pendampingan.
Setelah bak sudah jadi kemudian dilakukan pengukuran pH air limbah yang sudah diolah dibandingkan dengan pH air limbah untuk mencapai agar pH-nya menjadi pH 6. Hal ini untuk membuktikan bahwa sistem pengolahan berfungsi dengan baik. Kemudian didukung dengan uji coba penebaran ikan dengan memastikan tidak adanya kandungan racun di air hasil pengolahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 27 September 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berpotensi mengalami udara kabur.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.