Hasil Final Pegadaian Championship PSS vs Garudayaksa: Skor 2-2
Gustavo Tocantins mencetak dua gol identik ke gawang Garudayaksa dan membawa PSS Sleman memaksa laga final berlanjut.
Pengolahan air limbah laundry. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya usaha laundry di wilayah DIY yang belum memiliki pengolahan air limbah menjadi perhatian para akademisi. Karena ketiadaan pengolahan tersebut dapat menimbulkan pencemaran air terutama di sungai.
Binatu atau jasa laundry menjadi salah satu usaha masyarakat yang berkembang seiring berkembangnya aktivitas pariwisata. Industri Binatu berkembang mulai dari skala rumah tangga hingga industri besar. Namun banyak yang tidak memiliki unit atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sehingga air limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke lingkungan atau drainase, yang mengalir ke badan air lebih besar atau ke sungai.
BACA JUGA : Duh..Warga Jogja Masih Banyak Buang Air Limbah ke Drainase
“Karena belum memiliki pengolahan limbah, kami menemukan banyak usaha binatu memberi andil yang besar terhadap pencemaran badan air [sungai] khususnya di Bantul dan sekitarnya. Selain itu belum ada baku mutu yang mengatur mengenai kandungan efluen air limbah binatu yang dapat dibuang ke badan air atau lingkungan,” ungkap Dosen Fakultas Farmasi UAD Dian Prasasti dalam rilisnya, Jumat (25/12/2020).
Adapun bahan aktif yang banyak terkandung pada pelembut pakaian dan deterjen adalah kwaterner ammonium klorida, LAS, sodium dodecyl benzene sulfonate, natrium karbonat, natrium fosfat, alkilbenzena sulfonate. Bahan tersebut memang ramah lingkungan, namun jika berlebihan berpotensi mencemari badan air. Selain mengandung bahan aktif tersebut, limbah tersebut juga kaya kandungan fosfat yang akan menimbulkan bahaya eutrofikasi dan ledakan alga bila mencapai laut.
BACA JUGA : Air Limbah Masuk Permukiman, Warga Blokade TPST Piyungan
“Kami mengajak mitra binatu untuk bersama melakukan pembuatan sistem pengolahan air limbah melalui pengabdian ini. Kami mulai dari sosialisasi kepada mitra, membuat rancangan sistem pengelolaan limbah dan pemilihan bahan yang digunakan. Lalu pembuatan pengolahan limbah, membangun pondasi dan kerangka bak pengolahan limbah, membangun bak pengolahan,” kata Dosen Fakultas Farmasi Aprilia Kusbandari yang ikut melakukan pendampingan.
Setelah bak sudah jadi kemudian dilakukan pengukuran pH air limbah yang sudah diolah dibandingkan dengan pH air limbah untuk mencapai agar pH-nya menjadi pH 6. Hal ini untuk membuktikan bahwa sistem pengolahan berfungsi dengan baik. Kemudian didukung dengan uji coba penebaran ikan dengan memastikan tidak adanya kandungan racun di air hasil pengolahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gustavo Tocantins mencetak dua gol identik ke gawang Garudayaksa dan membawa PSS Sleman memaksa laga final berlanjut.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.