Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020)./Bloomberg-Simon Dawson
Harianjogja.com, JAKARTA - Adanya virus baru yang lebih menular membuat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan pengetatan atas jutaan warga Inggris sekaligus membatalkan rencana untuk melonggarkan pembatasan khusus selama Natal.
Jumlah kasus Covid-19 di Inggris melonjak dalam dua minggu terakhir karena adanya varian virus yang menurut para ilmuwan dapat menular hingga 70 persen lebih cepat. Hanya saja varian baru itu belum bisa dijelaskan.
Meskipun Johnson dan penasihat yakin vaksin akan tetap efektif, dan jenis baru tidak lebih mematikan atau lebih serius dalam hal penyakit yang disebabkan, Johnson mengatakan pemerintah harus segera mengambil tindakan.
Baca juga: Sekeluarga Gagal Terbang ke Medan Gara-Gara Rapid Test Palsu
“Dengan berat hati saya harus memberitahu Anda bahwa kita tidak dapat melanjutkan Natal seperti yang direncanakan,” kata Johnson dalam konferensi pers seperti dikutip Aljazeera, Minggu (20/12/2020). Dia menambahkan bahwa dirinya tidak memiliki alternatif lagi.
London dan Inggris Tenggara, yang memiliki sekitar sepertiga dari populasi Inggris, saat ini berada di level tertinggi dari sistem pengawasan wilayah penularan wabah Covid-19.
Warga diminta untuk tinggal di rumah kecuali untuk alasan penting seperti pekerjaan, sedangkan pertokoan yang tidak terkait kebutuhan pokok ditutup sebagaimana juga dengan pusat hiburan. Pertemuan sosial akan dibatasi untuk satu orang di luar ruang.
“Tidak ada bukti bahwa [virus jenis baru] menyebabkan penyakit yang lebih parah atau kematian yang lebih tinggi, tetapi tampaknya penyakit ini ditularkan secara lebih mudah,” kata Johnson.
Menurutnya, meskipun ada ketidakpastian yang cukup besar, akan tetapi wabah itu diduga 70 persen lebih cepat menular daripada varian lama, versi asli penyakit tersebut. Namun, dia menuturkan bahwa data tersebut masih awal dan harus dikaji lebih lanjut.
Baca juga: Tes Covid-19 Berubah-Ubah, Masyarakat dan Sektor Perhotelan Dirugikan
“Tapi ini pilihan yang terbaik yang kami miliki saat ini dan kami harus bertindak berdasarkan informasi yang kami miliki, karena kini wabah menyebar dengan sangat cepat,” katanya.
Johnson mengatakan pada Jumat bahwa dia berharap Inggris tidak membutuhkan pembatasan tahap tiga setelah Natal. Dia juga menolak seruan untuk mengubah rencana untuk melonggarkan pembatasan selama lima hari perayaan Natal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Aljazeera, Bisnis.com
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai bisa menjadi jalan bagi SMK untuk keluar dari ketergantungan anggaran dan mulai membiayai pengembangannya sendiri
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.