Mantan Presiden AS Donald Trump Jalani Sidang Kasus Penipuan Sipil
Donald Trump menjalani sidang penipuan sipil, Senin (2/10/2023), yang dapat membuat dia dilarang melakukan bisnis di negara bagian New York.
Komedian Imam Darto./Twitter @imamdarto
Harianjogja.com, JAKARTA – Komedian Imam Darto meminta maaf atas cuitannya soal angka Rp17 miliar di akun Twitter @imamdarto, Minggu (6/12/2020). Permintaan maaf itu bersamaan dengan dirinya menghapus cuitan sebelumnya yang mengundang banyak komentar warganet.
Cuitan tersebut diduga terkait dengan Menteri Sosial Juliari Batubara yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) penanggulangan Covid-19. KPK menduga Juliari menerima suap senilai Rp17 miliar dari fee pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek.
BACA JUGA : Ini Penampakan Mensos Juliari Batubara
Imam Darto pun ikut mengomentari angka 17 M melalui akun Twitter miliknya, tanpa mendukung tindak pidana korupsi. Dia mengatakan siapa yang tidak tergoda jika disodori uang senilai Rp17 miliar di depan matanya.
"Bukannya mendukung korupsi ya. Tapi di depan mata disodorin 17M siapa yang gak gentar," tulis Imam Darto dalam postingan di akun Twitter @imamdarto pada Minggu (6/12/2020).
"Point is, semua orang punya setannya masing-masing. Tinggal waktu bikin dosanya ajah.. Huhuhu," sambung Imam Darto.
Menjelang malam hari, cuitan tersebut diketahui telah hilang dari laman Twitter. Namun, sempat diabadikan telah menuai ribuan komentar dan retweet.
Kemudian, sadar bahwa cuitannya ramai diperbincangkan warganet, Imam Darto pun menulis analogi terkait cuitan angka Rp17 miliar.
Dia lalu mencontohkan berita seorang publik figur dengan sosok keluarga rukun dan dicintai jutaan orang, tiba-tiba ketahuan tidur sama aktris Gal Gadot.
BACA JUGA : KPK Ungkap Cara Mensos Juliari dan Anak Buahnya Colong
Cuitan ini juga akhirnya mengundang ramai komentar warganet. Akhirnya, demi meredam kegadungan, Imam Darto meminta maaf dan menghapus cuitannya
“Demi meredam kegaduhan yang saya sebabkan, saya meminta maaf untuk opini saya yang multitafsir. Twit saya hapus tanda saya menarik katya-kata saya,” tulisnya.
Demi meredam kegaduhan yang saya sebabkan, saya minta maaf ya untuk opini saya yang multi-tafsir.
— Imam Darto Project (@imamdarto) December 6, 2020
Twit bersangkutan saya hapus tanda saya menarik kata-kata saya.
Sekali lagi, saya minta maaf. Terima kasih. ?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Donald Trump menjalani sidang penipuan sipil, Senin (2/10/2023), yang dapat membuat dia dilarang melakukan bisnis di negara bagian New York.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.