Iran Ancam Balas Serangan AS, Ketegangan Selat Hormuz Memanas
Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan AS setelah operasi militer di wilayah selatan negara itu memicu ketegangan baru di kawasan Teluk Persia.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. /Suara.com-Yasir
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah pihak terkena dampak adanya demonstrasi RUU Cipta Kerja yang digelar di berbagai daerah. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY mengatakan ketidakjelasan draf final RUU Cipta Kerja menimbulkan kekacauan informasi di tengah masyarakat.
AHY mengatakan pemerintah dan masyarakat tengah saling menuding menyebarkan hoaks. Padahal, imbuh dia, rujukan terkait kebenaran informasi tersebut belum ada.
Baca juga: Polisi Amankan Puluhan Remaja Diduga Akan Menunggangi Demo di Bantul
"Jadi, bagaimana kita menganggap berita yang beredar itu hoaks atau bukan," tulis AHY melontarkan kebingungannya seperti dikutip dari akun Twitter @AgusYudhoyono, Selasa (13/10/2020).
Pun AHY merasa khawatir masyarakat tenggelam dalam perang informasi dan perang hoaks. Lalu, AHY pun curhat terkait akun bodong yang menyerang dirinya dan Partai Demokrat.
"Ada \'akun bodong\' yang menyerang diri saya pribadi dan @PDemokrat hanya karena kami berbeda pendapat. Disebar hoax, bahwa saya mendalangi demo UU Ciptaker," tulis AHY.
Baca juga: Kerap Menyerang di Musim Dingin, Kenali Perbedaan Pilek, Flu, & Covid-19
Namun putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu bersyukur karena rakyat Indonesia cerdas dan membantah tuduhan dirinya mendalangi demo UU Cipta Kerja.
"Saya tegaskan, tuduhan tak berdasar itu sangat menyakiti hati nurani rakyat, yang memang sungguh-sungguh ingin berjuang untuk kehidupannya yang lebih baik," cuit AHY.
AHY menegaskan Indonesia adalah negara demokrasi. Masyarakat harus menghargai perbedaan pandangan dan pendapat. "Penolakan @PDemokratterhadap UU Ciptaker, dilakukan justru untuk menjaga negara ini agar tidak salah langkah," tulis AHY.
Pun AHY meminta agar pemerintah dengan baik mengelola informasi dan komunikasi.
"Bukan cuma kepada apa yang pemerintah ingin sampaikan, tapi juga, harus berorientasi pada informasi apa yang ingin didengar dan dibutuhkan masyarakat; sehingga, komunikasi berlangsung dua arah," cuit dia.
AHY juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib.
"Jangan terprovokasi dan jangan bertindak anarkis. Patuhi juga protokol kesehatan yang berlaku saat ini. Utamakan keselamatan diri masing-masing dari bahaya pandemi Covid-19," tulis AHY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan AS setelah operasi militer di wilayah selatan negara itu memicu ketegangan baru di kawasan Teluk Persia.
UGM mulai menerapkan penjenuhan cairan basa dengan air kapur di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Metode ini ditujukan untuk menekan bakteri Clostridium.
Ingin anak lebih mandiri? Simak enam kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan orangtua setiap hari untuk menumbuhkan tanggung jawab dan rasa percaya diri anak.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Tangguh di Padukuhan Kadipiro, Margodadi, Seyegan telah menerapkan metode bebas sangkar untuk ternak ayam mereka (cage free farm).
Pemkab Batang memperluas program seragam gratis ke SD dan SMP swasta. Anggaran Rp3,8 miliar disiapkan untuk menjangkau sekitar 23.000 siswa baru.
Media Vietnam memuji kenaikan ranking FIFA Timnas Indonesia ke posisi 118 dunia. Garuda meraih tambahan 12,25 poin usai mengalahkan Oman dan Mozambik.