Rupiah Melemah ke Rp17.698 Dibayangi Sentimen Global
Rupiah melemah ke Rp17.698 per dolar AS di tengah sikap wait and see investor terhadap sentimen global dan data ekonomi RI.
Penumpang keluar dari area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5/2019)./ANTARA-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I menilai Yogyakarta International Airport dapat menjadi salah satu opsi sebagai international transit hub untuk menarik wisatawan internasional selain bandara Changi di Singapura dan Bandara Kuala Lumpur.
Direktur Utama API Faik Fahmi menuturkan dengan terselesaikannya pembangunan bandara YIA bisa menjadi salah satu opsi sebagai titik transit internasional sekaligus menggenjot pergerakan internasional di Indonesia. Konsekuensinya, lanjutnya, perlu ada regulasi dari pemerintah untuk mengaturnya.
BACA JUGA : YIA Gunakan Virtual Customer Service untuk Cegah Corona
Kondisi tersebut berkaca dari data yang dicatat oleh operator pelat merah tersebut yakni sekitar 21 juta pergerakan dari Asia menuju Australia dan 2 juta dari Eropa menuju Australia yang sama sekali tidak memanfaatkan Indonesia sebagai titik transit. Namun justru berhasil dimanfaatkan oleh Singapura. karena 29 persen di antaranya transit di Changi dan 17 persen di Kuala Lumpur.
“Harapannya kita bisa menjual wisatawan transit yang ke Hong Kong ke Australia tetapi berhenti di Yogyakarta dahulu dan melihat Borobudur,” jelasnya, Senin (21/9/2020)
Selain persoalan pergerakan internasional, Faik menilai dari sisi maskapai juga harus mendukung dengan optimalisasi pesawat berbadan lebar. Faik mencontohkan Garuda Indonesia memiliki tingkat utilisasi pesawat wide body yang sangat rendah. Dampaknya banyak bandara tidak bisa melayani secara maksimal melayani wide body.
BACA JUGA : Resmi, YIA Sudah Mulai Layani Penerbangan Internasional
“Upaya yang kita lakukan dengan pendekatan holding ini bisa menjadi momentum sebagai recovery industri penerbangan. Pelaku aviasi di Indonesia yaitu maskapai bandara dan stakeholder lainnya berperan penting dalam menyelesaikan masalah sekaligus mengoptimalkan potensi Indo. Butuh ada penyesuaian terhadap regulasi maupun kebijakan yang ada,”imbuhnya.
Faik menilai sebetulnya adanya potensi yang dimiliki Indonesia yang tidak banyak dimiliki negara lain. Misalnya, letak geografis yang strategis berada di dua benua Australia dan Pasifik yang berpotensi menjadi hub untuk penerbangan internasional. Tak hanya itu, Indonesia juga negara kepulauan terbesar di dunia yang memerlukan potensi berpotensi rute penerbangan lebih banyak dan luas.
BACA JUGA : Viral Foto Bandara YIA Dipenuhi Kerumunan Orang: Ini yang
Kemudian Indonesia memiliki populasi terbanyak di Asia Tenggara juga menjadi suatu potensi besar di industri penerbangan untuk mengembangan penumpang dan kargo. Belum lagi terkait keindahan alam dan wisata dunia. Hasil kekayaan alam ini juga berpotensi meningkatkan sektor perdagangan dan logistik yang menjadi dasar kuat untuk industri penerbangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Simak rekomendasi 9 mobil van terbaik di Indonesia mulai dari Wuling Formo, Gran Max, Hiace Premio hingga Mercedes-Benz V-Class. Cocok untuk keluarga maupun bis
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen