Zelenskyy Tuding Rusia Akan Datangkan 30.000 Tentara Korea Utara
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Keponakan Osama Bin Laden, Noor Bin Ladin. /Ist-Twitter
Harianjogja.com, JAKARTA - Amerika Serikat akan menggelar pemilihan presiden pada 3 November mendatang. Keponakan Osama Bin Laden, Noor Bin Ladin mendukung Donald Trump untuk kembali meraih kemenangan.
Menyadur Middle East Monitor, Noor yang kini tinggal di Swiss menghimbau warga AS untuk memilih Donald Trump pada Pilpres nanti. Dia khawatir akan terjadi hal buruk jika Joe Biden yang meraih kemenangan.
Baca juga: Investasi Proyek Tol 2020, Hingga Kuartal III Sudah Sebesar Rp53 Triliun
Menurut Noor, jika Joe Biden yang merupakan calon presiden dari Partai Demokrat menang, akan ada kemungkinan serangan teror seperti peristiwa 11 September 2001 atau dikenal dengan 9/11, bisa terulang.
"ISIS berkembang biak di bawah pemerintahan Obama/Biden, dan mereka kemudian datang ke Eropa," kata Noor Bin Ladin kepada New York Post dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (10/9/2020).
"Trump telah menunjukkan bahwa dia melindungi Amerika dan kami dengan perluasan dari ancaman asing dengan melenyapkan teroris di akarnya dan sebelum mereka mendapat kesempatan untuk menyerang."
Keponakan pendiri Al-Qaeda itu masih berusia 14 tahun ketika pamannya diduga menjadi dalang di balik serangan di World Trade Center dan Pentagon di New York dan Washington DC.
Baca juga: PSBB Total, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan
Meski pamannya jadi musuh bersama warga AS, Noor menggambarkan dirinya sebagai "orang Amerika di hati". Dia mengaku sudah sejak lama mengagumi Donald Trump.
“Saya telah menjadi pendukung Presiden Trump sejak dia mengumumkan bahwa dia mencalonkan diri pada awal tahun 2015,” jelas Noor Bin Ladin, yang ingin menyembut ejaan nama keluarganya "Ladin" alih-alih "Laden" seperti pamannya.
“Saya telah menyaksikan dari jauh dan saya mengagumi keteguhan hati pria ini."
"Dia harus dipilih kembali. Ini penting untuk masa depan tidak hanya Amerika, tetapi peradaban barat secara keseluruhan," tambahnya.
Wawancara bersama New York Post juga dijadikan Noor sebagai kesempatan dia untuk mengkritik Anggota Kongres Minnesota Ilhan Omar.
“Anda memiliki situasi sekarang di Amerika di mana Anda memiliki orang-orang seperti Ilhan Omar yang secara aktif membenci negara Anda,” kata Noor.
“Merupakan suatu kehormatan untuk dapat pergi dan tinggal di Amerika Serikat dan memanfaatkan semua peluang sebaik-baiknya. Jika dia sangat membencinya, kenapa dia tidak pergi?" tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
27 Juli, peringati Kudatuli, Hari Sungai Nasional, dan Hari Orang Tua. Pelajari sejarah dan makna di balik tanggal penting ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.