Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Harianjogja.com, JAKARTA - Pilkada 2020 semakin dekat. Partai politik terus menggenjot persiapan guna memenangkan calon yang diusungnya, seperti yang dilakukan PDI Perjuangan (PDIP) dengan mengadakan sekolah partai untuk calon kepala daerah (cakada).
Calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, beserta 128 calon kepala daerah PDI P lainnya sudah selesai mengikuti sekolah partai untuk calon kepala daerah (cakada) angkatan I menuju Pilkada Serentak 2020.
Baca juga: Resmikan Pabrik Tak Pakai Masker, Pejabat Grobogan Disemprot Ganjar
Selama lima hari penuh menjalani proses tersebut, Gibran mengaku semakin percaya diri menghadapi Pilkada 9 Desember mendatang.
"Sekolah Partai ini sangat berguna. Ini jadi semacam senjata untuk nanti bisa memenangkan kontestasi di 9 Desember nanti. Yang jelas ilmu tambah banyak," kata Gibran, Rabu (26/8/2020), dalam keterangan tertulisnya.
Putra Presiden Jokowi ini mengaku banyak mendapatkan ilmu baru dari para kepala daerah PDIP yang berprestasi, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, hingga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Baca juga: Terdampak Pandemi, Luhut Klaim Indonesia Lebih Baik dari Negara Menengah Lainnya
"Yang jelas selama lima hari ini seluruh peserta sekolah partai meresap ilmu dari para narasumber, terutama kepala daerah yang berprestasi seperti Pak Ganjar, Pak Anas (Abdullah Azwar Anas, red) Pak Hendy (Hendrar Prihari), Ibu Risma (Tri Rismaharini) dan narasumber terakhir Pak Mensos (Juliari Batubara)," ujarnya.
Selama mengikuti sekolah partai, Gibran mengaku tidak mengantuk. Pasalnya, diakui Gibran, sangat sayang bila ilmu dan pengalaman yang diberikan saat sekolah partai itu dilewatkan. Sebab, semua substansinya sangat berguna untuk bekal para calon kepala daerah.
Setiap kali narasumber memberikan materi, selalu ada tanya jawab. Pada momen itulah, menurut Gibran, keseruan dalam sekolah partai.
"Serunya di tanya jawabnya itu. Karena banyak sekali masukan-masukan dari narasumber. Ya kemarin kan saya bertanya Bu Risma masalah UMKM, terus kemarin ke Mas Putra Nababan tanya soal sosial media. Jadi ya, ilmunya nambah banyak banget," tutur Gibran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Gala Dinner Pembukaan 35th International Cycling History Conference (ICHC) diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Klaten, Senin malam (18/5/2026).