Bus Tunggal Dara Terbakar di Tol Semarang-Solo, 18 Orang Selamat
Bus PO Tunggal Dara terbakar di Tol Semarang-Solo KM 439+800. Sebanyak 15 penumpang dan tiga kru berhasil menyelamatkan diri.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, SOLO—Kepolisian telah memeriksa 12 orang dan menetapkan delapan tersangka kasus penyerangan atas nama agama di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020) lalu. Berdasarkan hasil penyidikan, kerusuhan tersebut bermula dari hasutan di grup Whatsapp.
Para tersangka berkoordinasi melalui Whatsapp sebelum berangkat menuju ke Metrodanan. Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan tersangka berinisial BD yang ditangkap sesaat seusai kejadian diduga sebagai otak pengrusakan. BD berperan sebagai admin grup serta turut mengajak dalam aksi itu.
BACA JUGA: Sempat Kabur ke Jogja & Cukur Rambut, Tersangka Penyerangan Atas Nama Agama di Solo Diringkus
"Sudah berhasil mengerucut ke salah seorang tersangka yakni BD alias BA sebagai seseorang yang memulai menghasut di grup Whatsapp. Penghasutan BD membuat anggota grup datang ke lokasi, tidak bersamaan tapi bertemu di lokasi," ujar Kapolresta.
Ia menambahkan dari delapan tersangka, kepolisian mengidentifikasi beberapa grup Whatsapp dari para tersangka. Menurutnya, seluruh tersangka berasal dari gabungan beberapa kelompok yang berbeda.
BACA JUGA: BOB Gelar Lomba Desain Logo Berhadiah Puluhan Juta Rupiah
Sebelum kerusuhan pecah, puluhan orang tidak dikenal mendatangi rumah salah seorang warga sekitar pukul 17.45 WIB. Tak lama berselang terjadi keributan di Mertodranan yang mengakibatkan sekitar tiga orang luka ringan.
“Tadi malam tidak ada bakar-bakaran. Pak polisi langsung antisipasi. Kejadian sekitar Magrib sampai setelah Isya. Setelah itu dijaga terus oleh polisi. Jalarane [penyebab] nya kesalahpahaman. Ada wargaku mau lamaran. Rumangsane acara yang melanggar," ujar Supatno, Lurah Pasar Kliwon, Minggu (9/8/2020).
BACA JUGA: 6 Fakta tentang Film Tilik, yang Bikin Nama Bu Tejo jadi Viral
Dia tidak tahu penyebabnya. Keributan itu membuat sekitar tiga orang di Mertodranan terluka. “Keluarga dikumpulkan karena mau lamaran. Tapi dikira acara tertentu. Mereka dikira kelompok tertentu atau bagaimana, saya kurang tahu,” ujar dia.
Selain menyebabkan tiga orang luka, keributan di Mertodranan itu juga membuat beberapa kendaraan rusak.
Saat berbuat kisruh, sekelompok orang memekikkan teriakan takbir, meneriakkan bahwa Syiah bukan Islam, dan penganut Syiah halal darahnya. Massa mencurigai midodareni yang dilakukan malam itu merupakan kegiatan ritual keagamaan diyakini oleh penganut Syiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Bus PO Tunggal Dara terbakar di Tol Semarang-Solo KM 439+800. Sebanyak 15 penumpang dan tiga kru berhasil menyelamatkan diri.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 2 November 2026. Ada 12 pilihan keberangkatan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
Sufmi Dasco Ahmad meminta kader Gerindra Banten memperkuat konsolidasi dan kekompakan untuk menghadapi Pemilu 2029 serta menyukseskan pemerintahan Prabowo.
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Penundaan cukai MBDK dinilai merugikan penerimaan negara dan upaya menekan konsumsi gula. Pemerintah menargetkan Rp1,7 triliun pada 2027.
Garudayaksa FC mengalahkan PSS Sleman 3-1 pada pekan ke-8 Super League. Brian Rubio mencetak dua gol, sedangkan Kevin Gomez mendapat kartu merah.