DPD DIY Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan, Ini Alasannya
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
KH Hasyim Wahid (Gus Im) semasa hidup. /ANTARA/HO-Abdul Rozak
Harianjogja.com, JAKARTA - KH Hasyim Wahid, adik bungsu Gus Dur Presiden RI ke-3 itu meninggal dunia pada Sabtu (1/7/2020) pukul 04.00 WIB di RS Mayapada, Jakarta.
Dilansir dari sejumlah sumber, salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) itu yang akrab disapa Gus Im itu lahir di Jakarta pada 30 Oktober 1953.
Dia merupakan putra bungsu dari KH Wahid Hasyim yang juga cucu dari sang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asyari.
Baca juga: Innalillahi, Adik Bungsu Gus Dur, KH Hasyim Wahid Meninggal Dunia
Berturut-turut, Gus Im adalah adik dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Aisyah Hamid Baidlowi, Salahudin Wahid (Gus Solah), Umar Wahid (Gus Umar), dan Lily Chodijah Wahid.
Gus Im juga tercatat sebagai pengurus LTN PBNU (2010-2015) sekaligus Wali Santri Pondok Tebuiring, Mahrus Ali.
Jejak riwayat pendidikan Gus Im tercatat pernah menempuh kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Dia juga pernah berkuliah di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Fakultas Psikologi UI.
Sementara di dunia politik, Gus Im pernah menjadi anggota pengurus PDI Perjuangan periode 1998-2000. Hingga menjadi politisi PKB dan menjabat Penasihat Gerakan Pemuda PKB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.