Kebakaran Gunung Rinjani Meluas, 589,23 Hektare Terdampak dan Jalur Torean Ditutup
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Ahli epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad menilai istilah gelombang kedua penularan Covid-19 seperti yang disebutkan Presiden Joko Widodo bisa diartikan sebagai potensi peningkatan kasus di Tanah Air.
"Kalau bicara rentang gelombang kedua ya mungkin karena ada kemungkinan peningkatan kasus. Artinya penambahan kasus yang lebih besar dibandingkan yang terjadi saat ini," kata Riris Andono, Rabu (29/7/2020).
Ia menjelaskan jika dilihat dari peta penularan, istilah gelombang kedua untuk saat ini bisa dimaknai sebagai potensi risiko lonjakan kasus. Hal itu seiring mobilitas masyarakat yang diperkirakan bakal meningkat memasuki momentum Idul Adha.
"Intinya virus kan tidak bisa jalan-jalan, yang jalan-jalan kan manusianya. Jadi setiap ada peningkatan mobilitas akan ada risiko peningkatan penularan berati kasusnya akan meningkat lebih tinggi," kata dia.
Namun demikian, dari sisi peta gelombang, menurut Doni, belum dapat diartikan bahwa gelombang pertama penularan Covid-19 di Indonesia sudah berlalu. Alasannya, hingga saat ini grafik penularan masih tinggi dan belum ada tanda penurunan.
"Gelombang kan pasti ada puncaknya, ada penurunannya, baru kemudian dilanjutkan gelombang berikutnya. Saat ini kasus hariannya relatif tinggi mendatar, artinya memang belum ada tren penurunan," kata dia.
Oleh sebab itu, menurut dia, hal terpenting yang diharapkan muncul dari imbauan Presiden Jokowi soal waspada gelombang kedua Covid-19 adalah kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan tetap terjaga sehingga potensi peningkatan kasus yang lebih tinggi tidak sampai terjadi.
"Kalau masalah (peta) gelombang orang kadang bisa multiinterpretasi," kata Anggota Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas Covid-19 DIY ini.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebutkan meski ekonomi Indonesia dapat pulih dengan cepat, masyarakat harus tetap mewaspadai gelombang kedua Covid-19.
"Namun kita tetap harus waspada, kemungkinan dan antisipasi kita terhadap risiko terjadinya gelombang kedua, second wave, dan masih berlanjutnya sekali lagi ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (28/7).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.