Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Ilustrasi kapalo terbakar dan tenggelam./Ist-Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Kapal Bahari Indonesia yang diketahui bermuatan kendaraan terbakar di Laut Jawa.
"Angkut kendaraan," ujar Agen Kapal Bahari Indonesia, Bimo Santoso saat dikonfirmasi Okezone--jaringan Harianjogja.com, Selasa (21/7/2020) malam.
Kapal terbakar sekira pukul 16.30 WIB. Kejadian bermula dari laporan adanya kebakaran di bagian kapal posisi maindeck. Diduga berasal dari mobil yang dibawa kapal tersebut.
Bimo mengaku sempat dihubungi oleh Kapten Kapal Bahari Indonesia untuk melaporkan insiden tersebut. Namun, sambungan telepon tiba-tiba terputus dan hilang kontak hingga saat ini.
"Kita tanyakan posisi kebakarannya berada di gladak utama [kapal] setelah itu langsung terputus hubungan kita, kita belum tahu lagi keberadaan sudah hilang putus hubungan telepon sudah tidak bisa," ujarnya.
Sementara tim Basarnas yang telah mendapatkan laporan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Kapal tersebut mengangkut 26 orang.
Berita ini sudah tayang di Okezone dengan judul "Kapal Bahari Indonesia Angkut Kendaraan saat Terbakar di Laut Jawa".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.