Haedar Nashir: Pendidikan Bukan Alat Kekuasaan atau Ladang Uang
Haedar Nashir menegaskan pendidikan bukan alat kekuasaan atau ekonomi. Ia dorong reorientasi kebijakan demi masa depan bangsa.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, ADDIS ABABA--Jumlah korban tewas dalam protes atas kematian penyanyi ternama di Ethiopia melonjak menjadi 156 dari sebelumnya berjumlah 80, kata pejabat keamanan senior setempat kepada Reuters, Minggu (5/7/2020).
Dikutip Antara, aksi protes tersebut merupakan buntut dari kematian musisi Haacaaluu Hundeessaa pada Senin malam dan menyebar dari Addis Ababa hingga ke seluruh kawasan Oromia.
Jibril Mohammed, kepala Biro Keamanan dan Perdamaian Oromia, mengatakan angka 156 adalah mereka yang tewas di kawasan Oromia saja, yang paling parah terdampak aksi protes.
Menurut dia, korban tewas lebih banyak mungkin dilaporkan terkait jumlah korban luka yang dirawat di rumah sakit. Sekitar 145 korban tewas merupakan warga sipil sementara 11 lainnya merupakan personel keamanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Haedar Nashir menegaskan pendidikan bukan alat kekuasaan atau ekonomi. Ia dorong reorientasi kebijakan demi masa depan bangsa.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 5 Juli 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.
Normalisasi Sungai Jogja dipercepat. Pemkot menargetkan Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong rampung dalam dua tahun dengan penataan bantaran.
Tips liburan murah ke Jogja untuk backpacker, mulai transportasi, penginapan, kuliner, hingga destinasi wisata hemat dan ramah anggaran.
Kasus fraud digital meningkat seiring lonjakan transaksi. Industri keuangan mengandalkan AI untuk mendeteksi penipuan lebih cepat dan akurat.
Penerbangan Muscat-Medan resmi dibuka. Rute SalamAir diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Sumatra Utara dan Danau Toba.