Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Ilustrasi imunisasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA--Layanan imunisasi melalui Posyandu dinilai tidak bisa diterapkan di tengah masa pandemi Covid-19.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengakui jika proses imunisasi pada anak di masa pandemi Covid-19 tengah menjadi tantangan.
Namun di hadapan media, Yurianto mengatakan bahwa imunisasi merupakan kebutuhan dasar anak karena dapat membuat anak tetap sehat.
"Di sini permasalahannya, bagaimana itu bisa kita berikan dalam tantangan yang sekarang kita hadapi bersama bahwa masalah Covid-19 itu sudah di luar biasa," ujar Yurianto dalam sambutan diskusi bersama IDAI, Unicef, dan AJI Indonesia, Selasa (6/2/2020).
Yurianto sadar, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, imunisasi tidak bisa dilakukan dengan cara seperti biasanya yaitu dengan datang ke Posyandu atau mekanisme door to door (dari rumah ke rumah).
"Kita tidak bisa gunakan cara biasanya, yang biasa datang ke posyandu ini tidak bisa kita. Lihat bagaimana imunisasi tidak bisa lagi gunakan yang biasa, menggunakan mekanisme door to door ataukah layanan lain," ungkapnya.
Maka dari sini perlunya melakukan upaya inovasi agar pemenuhan hak anak untuk sehat mendapatkan imunisasi dapat dilaksanakan.
"Tatanan hidup baru tidak hanya jadi slogan dan campaign. Tetapi kebutuhan masyarakat agar produktif dan hak-hak untuk anak-anak dapatakan proteksi dari penyakit yang bisa dicegah, oleh karena itu memerlukan inovasi," terangnya.
Yurianto yang ditunjuk sebagai Jubir Covid-19 ini menyampaikan sambutannya dalam diskusi untuk mencari cara yang tepat memberikan imunisasi pada anak di masa pandemi seperti saat ini.
"Tentunya sudah jadi demand kebutuhan dari masyarakat pemahaman dan promosi kita yang bagus, maka mereka akan menggunakan berbagai cara melakukan itu (imunisasi) dengan tetap menggunakan rasa aman dari Covid-19," katanya
"Mari bersama-sama mulai cara berpikir yang tidak biasanya, survive tetap produktif dan hak anak menjadi sehat tetap diinovasi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Sebanyak 49 penerima MBG di Turi Sleman mengalami gejala gangguan pencernaan. Operasional SPPG Turi Wonokerto dihentikan sementara.
Lima bandara kembali beroperasi usai terdampak abu Anak Krakatau. Keselamatan, pemeriksaan pesawat, dan penumpukan penumpang jadi perhatian.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta dinas terkait memastikan persediaan beras tersebut terdistribusi secara lancar hingga ke konsumen
Warga Desa Puro, Sragen, mengeluhkan bau sungai yang diduga dari SPPG. Pengelola menyebut limbah rumah tangga juga bisa menjadi penyebab.
KPK merespons praperadilan Silmy Karim terkait penyitaan dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA.