BMKG Peringatkan Hujan Petir dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SURABAYA - Dalam tiga hari belakangan, Jawa Timur menjadi Provinsi kedua yang mengalami lonjakan kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19) tertinggi di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga hari sejak 21-23 Mei 2020, kasus positif Covid-19 di Jawa Timur menembus angka 1.099.
Daerah penyumbang terbesar kasus positif Covid-19 di Jawa Timur adalah Kota Surabaya. Berdasarkan data dari laman lawancovid-19.surabaya.go.id, kasus positif di Surabaya sudah mencapai angka 1.975 hingga Senin, 25 Mei 2020.
Dari 1.975 kasus positif corona di Surabaya, 1.624 di antaranya merupakan pasien sedang dalam masa perawatan. Kemudian, sebanyak 179 pasien dinyatakan telah sembuh, sementara 172 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Bhakti Adisasmito membeberkan penyebab tingginya angka kasus positif di Surabaya. Kata dia, penyebabnya karena meningkatnya tes massal serta minimnya warga dalam menjalankan protokoler kesehatan.
"Kasus tertingginya di Jawa Timur dari Kota Surabaya. Melonjak karena kemampuan test yang meningkat dan ketidakdisiplinan warga dalam menjalankan protokol kesehatan," ujar Prof Wiku saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (26/5/2020).
Wiku berharap agar daerah lain tidak mengalami lonjakan kasus seperti Surabaya. Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokoler kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.
Protokoler kesehatan itu diantaranya yakni, tetap beraktivitas di dalam rumah; menggunakan masker jika mendesak harus keluar rumah; rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik; serta menjaga jarak minimal 1 meter jika berkomunikasi dengan orang lain.
"Selalu disiplin individu dan kolektif menjalankan protokol kesehatan dan selalu mengingatkan saudara, kerabat, teman, dan sesama masyarakat. Dengan saling mengingatkan maka disitulah letak gotong royong masyarakat menyelesaikan Covid-19," pungkasnya.
Berita ini sudah tayang di Okezone dengan judul \'Ini Penyebab Tingginya Kasus Positif Corona di Surabaya\'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.