Penyewa Pusat Belanja Minta Bantuan Pemerintah
Penyewa pusat belanja juga meminta agar pemerintah membantu pinjaman lunak atau softloan secara khusus melalui bank-bank BUMN.
Foto aerial kompleks perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran perumahan bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp11 triliun untuk 102.500 unit rumah pada 2020./Antara-Nova Wahyudi
Harianjogja.com, JAKARTA - Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut rata-rata calon debitur rumah subsidi cenderung menurun.
Direktur Utama Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan calon debitur yang mendaftar melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) tercatat di bawah 1.000 per harinya.
"Memang rata-rata cenderung turun di bawah 1.000, akan tetapi masih bisa di atas 750 debitur kecuali hari Sabtu dan Minggu rendah sekali," katanya pada Bisnis, Minggu (17/5/2020).
Arief mengakui bahwa penurunan itu diakibatkan dari dampak virus Corona jenis baru atau Covid-19. Per siang hari ini, PPDPP mencatat ada 119 calon debitur yang mendaftar SiKasep untuk KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Dalam sepekan terakhir, pendaftar memang tercatat fluktuatif. Pada Senin (11/5/2020), tercatat 819 calon debitur, hari selanjutnya dan berturut-turut mencapai 966, 989, 870, 784, 442 dan 119 calon debitur.
"Dari infomasi data SiKasep, besok Senin minimal sudah dapat dibayarkan 1.244 debitur, [akan tetapi] bisa lebih bila ada yang masuk lagi," kata Arief.
Sebelumnya, PPDPP juga bakal melakukan penyesuaian kuota subsidi FLPP bagi bank pelaksana yang kinerjanya kurang memuaskan.
Pada kuartal II/2020, PPDPP akan meninjau efektivitas kuota dana FLPP yang telah disebar di seluruh bank pelaksana.
"Bank yang memiliki kinerja lebih bagus berhak untuk mendapatkan peralihan kuota dari bank yang kinerjanya kurang bagus. Bulan Juni nanti, kami akan melakukan penyesuaian kuota," ujar Arief.
Sementara itu, Pemimpin Kelompok Divisi Penjualan Konsumer BNI Dewi Julianti mengatakan bahwa pihaknya akan lebih selektif dalam penyaluran rumah subsidi.
"Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, kami lebih selektif lagi dalam menerima calon debitur FLPP. Kami mengutamakan MBR [masyarakat berpenghasilan rendah] dengan penghasilan yang tidak terkena dampak Covid 19," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Penyewa pusat belanja juga meminta agar pemerintah membantu pinjaman lunak atau softloan secara khusus melalui bank-bank BUMN.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.