2 Bocah Vietnam Sumbang 2.000 Masker ke Inggris

Andya Dhyaksa
Andya Dhyaksa Jum'at, 24 April 2020 22:47 WIB
2 Bocah Vietnam Sumbang 2.000 Masker ke Inggris

Warga melewati Menara Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg/Simon Dawson

Harianjogja.com, JAKARTA - Menurut data yang dikeluarkan John Hopkins University per Jumat (24/4/2020), sudah ada 2,7 juta masyarakat dunia yang positif terpapar virus Corona.

Sudah banyak yang dilakukan masyarakat dunia untuk menaklukkan virus tersebut. Namun, di Inggris, kini tengah ramai soal bantuan 2.000 masker. Mungkin, dari sisi jumlah, angka itu biasa saja. Pun alatnya, hanya berupa masker.

Namun, yang menjadi istimewa adalah siapa pemberi. Mereka adalah dua bocah asal Vietnam. "Dua anak di Vietnam telah memberikan 20.000 masker medis ke Inggris. [Namanya] Nhan dan Khoi, dari ibu kota Hanoi. Mereka membelinya dengan \'uang keberuntungan\' yang telah mereka tabung selama beberapa tahun," ucap Duta Besar Inggris untuk Vietnam, Gareth Ward, Jumat (24/4/2020).

Menurut Gareth, masker telah dikirim pada penerbangan komersial pekan lalu yang membawa 100 warga negara Inggris yang pulang ke negaranya.

Menurut Gareth, virus Corona kini telah menjadi isu global. Oleh karena itu, Gareth mengatakan, dia sangat bahagia ketika ada anak dengan usia yang masih sangat muda, dapat berperan serta dalam penananganan pandemi ini.

"Saya sangat percaya bahwa sumbangan kalian sangat berarti bagi para pekerja yang berada di garda terdepan dalam penanganan wabah ini. Adalah sangat menyentuh bagaimana mendengar cerita Anda mengumpulkan uang," ucap Gareth.

Pasien positif virus Corona di Inggris sendiri, kini hampir mendekati angka 140.000 orang. Dengan total yang meninggal mencapai 18.791 orang.

Di Vietnam sendiri, khususnya di Ibu Kota Hanoi, pemerintah mulai membuka lockdown. Langkah ini diambil karena Vietnam dianggap sukses menekan angka persebaran virus Corona yang tak lebih dari 300 kasus dan nol kematian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online