Menteri PPPA Ingatkan Pentingnya Mendidik dan Melindungi Anak
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah diminta tak hanya fokus menangani virus Corona (Covid-19) dan jangan sampai meremehkan penangan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
“Jangan sampai melupakan atau menganggap remeh DBD ini, jangan hanya fokus ke Corona saja,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh kepada Okezone di Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Hingga saat ini Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk zona merah sebagai daerah dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Indonesia. Setidaknya sampai data 8 Maret ada 33 orang meninggal dunia.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berujar, alangkah baiknya pemerintah beserta jajaran terkait mewaspadai penyakit DBD ini. “Ini yang perku kita waspadai kita juga harus lokalisir dan jangan sampai terjadi kemana-mana lagi,” tegas dia.
Di sisi lain, Nihayatul mendesak untuk pemerintah menaikan anggaran untuk menangani kasus DBD itu. Apalagi untuk virus Korona saja pemerintah rela menggelontorkan dana yang cukup besar.
“Sehingga kita melupakan DBD, kalo korona bisa mendapatkan alokasi dana yang cukup, DBD ini juga harus mendapatkan alokasi yang tidak sedikit. Karena ini penyakit sudah sangat Indonesia banget,” tutur Nihayatul.
Sebagaimana diketahui sebelumnya Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan NTT Erlina R Salmun menyampaikan data terakhir yang dihimpun hingga 8 Maret 2020 ada 33 orang meninggal dan 2.826 warga lainnya terjangkit DBD.
Jumlah tersebut, kata dia, menyebar di 22 kabupaten dan kota. Terbanyak ada di Kabupaten Sikka. Di kabupaten yang berada di Pulau Flores itu jumlah kasus sudah mencapai 1.195 dengan angka kematian mencapai 14 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.