Catcrs Perkuat Pasar Aset Digital Lewat Mitra Institusional
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Ilustrasi virus Corona. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, BRUNEI - Negara Brunei melaporkan kasus pertama virus Corona (Covid-19), Senin (9/3/2002). Setidaknya enam orang yang sudah dites dinyatakan positif mengidap virus mematikan itu.
Pasien pertama di kesultanan itu adalah seorang pria Brunei berusia 53 tahun. Ia kembali dari Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur, pada 3 Maret dan mulai memperlihatkan beberapa gejala empat hari kemudian, kata kementerian kesehatan Brunei.
Pria tersebut merupakan salah satu dari 90 warga Brunei yang menghadiri pertemuan besar dakwah Islam di sebuah masjid di Kuala Lumpur.
Kementerian kesehatan Brunei sudah mengarantina lebih dari 20 orang, yang berkontak dekat dengan pria tersebut.
Kementerian juga meminta semua warga Brunei yang menghadiri pertemuan itu agar datang untuk menjalani pemeriksaan.
Di negara tetangga, Malaysia, kantor perdana menteri mengatakan 12 orang lagi dites positif pada Selasa. Dengan demikian, jumlah total pengidap virus corona di negara itu menjadi 129.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara, Reuters
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.