Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Turun Rp18.000
Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Selasa 18 Agustus 2026, turun Rp18.000. Cek harga jual dan buyback semua ukuran.
Seyyed Mohammad Mirmohammadi meninggal dunia akibat virus corona./ifpnews
Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah mayat menumpuk di Kota Qom, Iran. Seorang anggota parlemen Iran mengungkapkannya sambil mengingatkan bahwa korban jiwa akan terus bertambah jika kota tersebut tidak dikarantina.
Di akun Twitter-nya, anggota parlemen Abdulkarim Hosseinzadeh menulis bahwa mayat yang menumpuk di Qom dan ketidakberdayaan di kota Rasht menjadi bukti nyata kegagalan dalam peringatan dini terhadap virus Corona.
"Kota tidak dikarantina, tetapi sekarang kita berada di puncak wabah, setidaknya Qom dan Rasht wajib memberlakukan karantina lokal sehingga kita tidak menjadi pemegang rekor dunia untuk jumlah kematian terbanyak [karena virus corona]," tambahnya, seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (6/3/2020).
Sejumlah pejabat Iran membantah angka kematian resmi akibat Covid-19 dan mengkritik upaya penanganan pemerintah terhadap wabah tersebut.
Meskipun angka kematian resmi di Iran pada 24 Februari lalu mencapai 12 jiwa, seorang anggota parlemen dari Qom mengatakan pada hari yang sama bahwa 50 orang telah meninggal karena virus corona di kotanya.
Anggota parlemen lainnya dari kota Rasht juga membantah angka kematian kementerian kesehatan dan mengatakan bahwa jumlah korban jiwa di Iran jauh lebih tinggi daripada angka resmi.
"Saya memiliki statistik tentang jumlah kematian akibat coronavirus dari tiga pemakaman berbeda di Rasht dan saya harus mengatakan bahwa jumlahnya jauh lebih tinggi," ungkapnya.
Hingga Kamis, Kementerian Kesehatan Iran menyatakan angka ematian akibat virus corona mencapai 107 dari 3.513 kasus yang dikonfirmasi. Sementara itu, worldometers.info mencatat angka kematian mencapai 108.
Dilansir dari CNN, penumpukan jenazah di kamar mayat Behest-e Masoumeh di Qom terjadi lantaran proses penanganan jenazah yang terjangkit Covid-19 berbeda dari jenazah pada umumnya.
Di Iran, mayat biasanya dimandikan menurut hukum Islam sebelum dimakamkan. Tetapi dua pekerja medis di Qom mengatakan kepada CNN bahwa dalam beberapa kasus tindakan pencegahan terkait wabah diperlukan, sehingga ritual pemandian jenazah dan penguburan secara umum tidak dilakukan.
Sebagai gantinya, mereka mengatakan mayat-mayat yang dikonfirmasi terjangkit Covid-19 diberikan kalsium oksida untuk mencegah mencemari tanah saat dikuburkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Selasa 18 Agustus 2026, turun Rp18.000. Cek harga jual dan buyback semua ukuran.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.