Motor Listrik Berpotensi Lebih Hemat Rp500.000 per Bulan dari Motor Konvensional
Ilectra Motor Group, entitas Grup Indika, menghitung biaya pemakaian motor listrik lebih hemat dibandingkan kovensional.
Xu Fei, Indonesia Branch Managing Director China Railway Construction Corporation (International) Limited./JIBI-Bisnis Indonesia-Jaffry Prabu Prakoso
Harianjogja.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan mengadakan pertemuan dengan perusahaan China di bidang industri jasa konstruksi, China Railway Construction Corporation (International) Limited. Perusahaan mencari peluang untuk investasi yang bisa dijajaki.
Indonesia Branch Managing Director China Railway Construction Corporation (International) Limited, Xu Fei mengatakan bahwa ada beberapa proyek yang dibahas, salah satunya jembatan lintas laut Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU). “Kalau untuk ketertarikan memang kita lebih ke jembatan lintas laut, atau jalan tol yang akan menjembatani langsung ke PPU. Untuk yang lainnya, karena model kerja samanya belum begitu jelas, kami masih akan mempertimbangkan,” katanya usai pertemuan di Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (24/2/2020).
Xu Fei menjelaskan bahwa alasan perusahaanny tertarik menanamkan modal di Kota Minyak karena pertumbuhan ekonomi sudah mulai terlihat. Sumber daya alam juga melimpah.
Pertimbangan lainnya adalah ibu kota negara bakal dipindah ke Kalimantan Timur, yaitu sebagian PPU juga Kutai Kartanegara. Ini akan membutuhkan tambahan fasilitas karena sebagian penduduk akan pindah ke sana.
“Jadi pembangunan ataupun investasi yang dilakulan akan bergantung dari kependudukan yang juga melihat jalan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu China Railway belum bisa menaksir berapa besaran modal yang akan dikucurkan karena ingin melihat memungkinkan atau tidak untuk melakukan kerja sama. Xu Fei menunggu anggaran yang akan dikeluarkan perusahaan.
“Karena kan [Pemerintah Balikpapan meminta] full. Dan misalnya kalau memang ada perusahaan [lain] yang terbuka, kita bisa join untuk kita bisa masuk,” jelasnya.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan ekonomi di Bumi Etam cukup menjanjikan sepanjang tahun 2019, yaitu melaju 4,77 persen. Realisasi ini naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya di angka 2,67 persen.
Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang naik sebesar 8,65 persen. Selanjutnya adalah jasa lainnya 8,16 persen dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial 6,69 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah dengan pertumbuhan sebesar 9,97 persen.
Ekspor menjadi pengeluaran terbesar kedua, yaitu 9,02 persen. Selanjutnya adalah konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga sebesar 5,95 persen.
Berdasarkan struktur produk domestik regional bruto (PDRB), sektor pertambangan dan penggalian masih tetap menjadi penyumbang penerimaan terbesar di angka 45,49 persen. Disusul industri pengolahan 17,77 persen dan konstruksi 9,08 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilectra Motor Group, entitas Grup Indika, menghitung biaya pemakaian motor listrik lebih hemat dibandingkan kovensional.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.