Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan informasi bahwa muka air di Bendungan Katulampa Bogor mengalami kenaikan sejak Kamis (21/2/2020) dini hari. Diperkirakan, air besar kiriman itu akan sampai di Jakarta siang ini.
Informasi tersebut disampaikan Anies melalui akun Instagramnya @aniesbaswedan, Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
"Sejak pukul 03.00 tadi muka air di Bendung Katulampa ketinggiannya meningkat terus dan mencapai puncaknya 150 cm pada pukul 05.25 (Siaga 3/Waspada). Ini lebih tinggi daripada puncak pada hari Minggu 8 Februari lalu yang 130 cm.," tulis Anies.
Anies menjelaskan bahwa perjalanan air dari Katulampa sampai ke Jakarta membutuhkan waktu paling lama sembilan jam.
"Dari Katulampa butuh 6-9 jam untuk mencapai Pintu Air Manggarai, atau kira-kira jam 11.25-15.25 nanti. Pukul 09.00 tadi puncak air sudah melewati Depok. Seluruh jajaran mengabarkan peringatan dini (DEWS) ke kampung-kampung sepanjang bantaran sungai Ciliwung untuk bersiaga," lanjut Anies.
Tak lupa ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memantau pergerakan air.
"Saat ini semua petugas kita bersiaga, teman-teman juga bisa ikut memantau ketinggian muka air lewat JakPantau di aplikasi JAKI. Dan bila membutuhkan bantuan kedaruratan silakan hubungi #JakartaSiaga 112.," tutupnya.
Informasi tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Ada yang berharap agar Jakarta aman, tetapi ada juga yang merespon negatif unggahan Gubernur DKi Jakarta tersebut.
"Semoga semuanya Aman pak anis meski ya bukan warga DKI atau Sekitarnya. Tapi saya mendoakan semoga semuanya baik baik saja. Amiin," tulis @remodwijayanto.
"Tks pak Gubernur informasi nya , sangat bermanfaat buat warga yg tinggal di sekitar bantaran sugai," tulis @maswatiamran.
"Karena banjir itu kiriman ya,ga ada y bisa prediksi, y bisa dilakukan adalah peringatan dini, agar resiko bencana bisa dikurangi. MasyaAllah Pak. Saya bukan warga Jakarta tp langkah Bpk dlm menyikapi bencana ini patut diapresiasi. Semoga Allah selalu melindungi Bpk. Aamiin," tulis @nailiss417.
"Tiap kali unggah air tinggi air meninggi buat apa pak...... Air tinggi mah itu FENOMENA ALAM bapakkkk, itu normalllll, yang gak normal adalah eloe gak mau lebarin sungai... Sekarang semua rumah pinggiran sungai BERSEDIA PINDAH kalau diganti 500 juta satu rumah... Tapi duit eloe pake buat revitalisasi tmp dan monas dan bayar ratusan milliar utk formula E yang gak penting utk masyarakat... Karena eloe malu mo lebarin sungai makan kata kata eloe yg bilang air gak boleh alirin ke laut...... Bisa bisanya eloe pak prioritas ego eloe daripada kepentingan warga dki," tulis @the.bukits.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.