Harga BBM Non Subsidi Pertamina Resmi Naik per 2 Agustus 2024, Berikut Rinciannya!
Kenaikan harga terjadi untuk produk Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Dua orang petugas medis menyemprotkan disinfektan pada pusat observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2020)./Antara-Puspen TNI
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menelusuri jejak perjalanan turis asal China yang dikabarkan terinfeksi virus corona/coronavirus (Covid-19) seusai berkunjung dari Bali.
Warga negara China yang hanya diketahui beridentitas Jin tersebut dikabarkan melakukan perjalanan dari Wuhan, China, ke Bali pada 12 Januari 2020. Setelahnya, dia kembali ke negaranya melalui penerbangan Bali-Shanghai menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia pada 28 Januari 2020.
Guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran Covid-19 di Bali, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menelusuri jejak turis tersebut.
Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan Kemenkes telah melacak ke maskapai penerbangan terhadap penumpang atas nama Jin.
"Kami tindak lanjuti ini, sudah konfirmasi ke maskapai. Ternyata dari maskapai yang disebut memang kami dapatkan ada dua orang atas nama Jin. Satu orang anak-anak dan satu orang lainnya dewasa," kata Yurianto, Kamis (13/2/2020).
"Kami konfirmasi kembalinya yang bilang pakai Garuda dari Bali-Shanghai pada 28 Januari. Ada enam orang bernama Jin. Tapi kami analisa kecurigaan kami hanya pada dua orang Jin yang anak-anak dan satunya (penerbangan Wuhan-Bali)," katanya menambahkan.
Adapun pasien Covid-19 atas nama Jin tersebut dilaporkan terkonfirmasi positif pada 5 Februari 2020. Menurut Kemenkes, kasus pasien di China, rata-rata inkubasi virus hingga terkonfirmasi positif terjadi dalam 10 hari. Oleh karena itu, Kemenkes mencoba menganalisa dengan menghitung mundur 10 hari sejak turis tersebut dinyatakan positif.
"Dari tanggal 5 Februari dihitung mundur 10 hari ketemunya 27-28 Januari. Mepet dengan apa yang disampaikan. Kalau seandainya tanggal 27, dia berarti di Indonesia. Kami coba kajian analisa data sampai tanggal itu ternyata kami sudah terima 14 spesimen pemeriksaan virus dari Bali. Dua orang WNI dan 12 bukan WNI," kata Yurianto.
Lebih lanjut, Kemenkes juga melihat data kasus penyakit flu dan pneumonia berat di Provinsi Bali pada periode waktu tersebut. Hasilnya, tidak ada kenaikan jumlah kasus yang signifikan.
"Seandainya tanggal 27 itu variabel kemungkinan masuknya virus maka sepertinya enggak mendukung situasi di Bali dia terinfeksi. Kita lihat tanggal 28, si Jin itu, di Shanghai. Sangat-sangat mungkin terjadi penularan di sana," ujar Yurianto.
Saat ini, Kemenkes masih terus melacak dan mencari identitas lengkap turis China tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menguatkan proteksi dan deteksi potensi penyebaran virus corona jenis baru yang mewabah di China.
"Yang di Bali kami pantau betul. Jangan sampai Bali jadi epicentrum baru," kata Yurianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kenaikan harga terjadi untuk produk Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.