Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Tjahjo Kumolo/Antara-Nova Wahyudi
Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengaku turut menyeleksi pejabat eselon 1 dn 2 yang disebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo banyak yang tidak lolos karena terpapar radikalisme.
Tjahjo Kumolo menyebut banyak pegawai negeri sipil (PNS) gagal dalam seleksi menjadi pejabat eselon 1 dan 2 karena terpapar radikalisme. Menanggapi hal itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) turut memberikan komentar.
Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan badan itu beberapa kali dilibatkan dalam proses seleksi eselon 1 dan 2 di instansi.
BKN kerap menjadi tim assessment center atau tim panitia seleksi pejabat eselon 1 dan 2. Kendati demikian rekomendasi, izin dan lainnya dikeluarkan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
“Tidak selalu melibatkan BKN [dalam proses seleksi], kecuali kalau menggunakan assessment center BKN atau tim pansel yang diambil dari BKN. Rekomendasi, izin dan lain-lain diberikan oleh KASN,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (10/2/2020).
BKN tak dapat memastikan adanya pejabat eselon yang tidak lolos kenaikan jabatan lantaran terpapar radikalisme. Menurutnya, jika memang ada, kemungkinan data tersebut dimiliki oleh Kementerian PAN-RB.
Dia menyebut, BKN hanya menilai kompetensi manajerial jika dilibatkan dalam assessment center. BKN tidak bertugas melihat apakah seseorang terpapar paham radikal atau tidak.
“Kalau kita dilibatkan dalam assessment center, hanya untuk menilai kompetensi manajerialnya, tidak melihat apakah dia terpapar radikalisme atau tidak,” jelasnya.
Pun begitu dirinya meyakini sejauh ini belum ditemukan adanya sistem yang dapat mendeteksi seseorang terpapar paham tertentu. Kemungkinan diketahui dari perilaku dan rekam jejak. “Belum ada alat tesnya,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menyatakan sejumlah pegawai negeri sipil gagal dalam seleksi eselon 1 dan 2 karena terpapar radikalisme. "Banyak, saya kira banyak," kata Menteri di Batam, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020).
Tjahjo memastikan pejabat eselon 1 dan 2 harus bersih dari paparan radikalisme, narkoba, dan korupsi. Pejabat eselon 1 dan 2 harus memahami masalah gratifikasi dan PPATK.
Karena itu para PNS diminta berhati-hati terkait radikalisme dan terorisme. Jangan sampai, seseorang sudah ingin menjadi pejabat eselon dan didukung, namun tersandung masalah itu. "Bagaimana mau menjabat eselon 1 dan 2, tapi pola fikirnya sudah mengarah ke sana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.