Banjir Semarang, 313 KK Terdampak dan Lansia Dilaporkan Hanyut
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Batu petir Ponari./Detikcom- Enggran Eko Budianto
Harianjogja.com, JOMBANG - Masih ingat dengan \'dukun cilik\' Muhammad Ponari Rahmatullah atau Ponari (20) yang tenar 11 tahun lalu? Rupanya ia masih menyimpan batu petir yang membuatnya terkenal. Dia masih mengobati orang dengan batu tersebut. Seperti apa bentuk batu itu?
Batu yang disebut Ponari dengan batu petir ini hanya segenggaman tangan. Bentuknya agak lonjong dengan warna kehijauan. Bentuk dan ukurannya disebut tidak berubah sejak ditemukan Ponari awal 2009 silam.
"Tidak ada perubahan, sama seperti dulu," kata Ponari kepada detikcom, Senin (20/1/2020).
Sejak ditemukan hingga sekarang, batu petir disimpan dengan baik di rumah Ponari, Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Nenek Ponari, Legi (70) yang bertugas menyimpan batu tersebut.
"Tidak ada perawatan, disimpan nenek saja," ujar anak pertama pasangan Kamsin (47) dan Mukaromah (39) ini.
Ponari meyakini batu pertir miliknya masih berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Menurut dia, pasien yang datang ke rumahnya rata-rata 3-5 orang dalam sepekan.
Mayoritas orang yang datang mengeluh sakit diabetes dan pegal linu. Ponari pun memberi mereka air minum yang dicelup batu petir.
"Insyaallah khasiatnya masih ada," cetusnya.
Ponari menjadi terkenal dan dijuluki \'dukun\' cilik dari Jombang pada awal 2009 silam. Ketenarannya berkat sebuah batu yang disebut batu petir. Batu sekepal tangan itu konon ditemukan Ponari setelah petir menyambar pada suatu hari di bulan Januari 2009.
Petir dengan suara luar biasa kencang menyambar di dekat Ponari saat dia asyik bermain. Saat itu dia masih duduk di bangku kelas 3 SDN Balongsari I. Petir itu konon disertai jatuhnya batu yang nyaris mengenai kepala Ponari. Batu yang saat itu memancarkan cahaya biru dipungut olehnya.
Ternyata dengan batu petir itu Ponari menjadi \'dukun cilik\' yang sangat terkenal. Berbagai penyakit konon bisa dia sembuhkan hanya dengan menyelupkan batu itu ke dalam air minum yang dibawa pasien. Ribuan orang pun datang ke rumahnya kala itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.