Prabowo Tegur Birokrat dan Aparat Jangan Lawan Kehendak Rakyat
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparatur negara berbenah dan melakukan introspeksi. Ia menegaskan rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan dan hukum harus
Ilustrasi. /Harian Jogja-Mediani Dyah Natalia
Harianjogja.com, JAKARTA - Mabes Polri akan mengecek video viral tepuk pramuka yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Jogja. Polri akan terlebih dahulu melakukan kroscek dan mempelajari video yang sempat membuat kegaduhan di kalangan masyarakat itu.
"Perlu dicek terlebih dahulu kebenaran video tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono ketika dikonfirmasi Okezone, Kamis (16/1/2020).
Saat ditanya, apakah Polri akan mengerahkan tim ahli bahasa dan IT untuk mempelajari video tersebut? Argo menuturkan kembali bahwa dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polda DIY.
"Dicek dulu ke Jogja ya," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, sebuah video viral tepuk pramuka di Jogja dianggap menyinggung keyakinan keagamaan.
Masyarakat merasa tersinggung lantaran dalam yel-yel tepuk pramuka itu ada kata "Kafir No". Tepuk pramuka kontroversial itu diajarkan kepada anak yang masih duduk di sekolah dasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparatur negara berbenah dan melakukan introspeksi. Ia menegaskan rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan dan hukum harus
Presiden Prabowo Subianto minta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa introspeksi. Tegaskan aparatur negara milik rakyat dan korupsi tidak boleh dibiarkan.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY membidik sekitar 200 titik di wilayah DIY untuk menggelar program bedah buku secara masif