Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Karyawati melakukan swafoto di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Jumat (14/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JAKARTA-Pemerintah harus berhati-hati dalam menangani kasus Asuransi Jiwasraya lantaran dampaknya bisa sistemik.
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna memastikan kasus gagal bayar yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sangat besar atau gigantik. Sehingga permasalahan di perusahaan pelat merah itu berpotensi memiliki dampak sistemik.
"Kasus Jiwasraya ini cukup besar skalanya, bahkan saya katakan gigantik, sehingga memiliki risiko sistemik," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor BPK, Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Oleh sebab itu, lanjut Agung, dalam menangani permasalahan ini BPK bersama otoritas lainnya harus menetapkan kebijakan yang berhati-hati. Sehingga keputusan yang ditetapkan pun bisa tepat sasaran dan mampu menyelesaikan persoalan Jiwasraya.
Dia menyatakan, BPK saat ini sedang melakukan audit investigasi pada Jiwasraya untuk mengetahui total kerugian negara yang ditimbulkan. Selain itu, dipastikan BPK akan melakukan pemeriksaan pada setiap yang bertanggung jawab dalam persoalan ini.
"Dan yang betul-betul bersalah melakukan perbuatan pidana, sudah tentu harus ditentukan oleh aparat penegakan hukum, dan itu yang sedang dilakukan," katanya.
Menurut Agung, audit investasi ini pun akan memakan waktu sekitar 2 bulan hingga 2,5 bulan ke depan yang hasilnya akan diserahkan pada Kejaksaan Agung untuk penegakan hukumnya.
"Sehingga kasus penegakan hukum untuk tahap pertama ini, diharapkan bisa diselesaikan oleh teman-teman penegak hukum dan kami mensupport penuh apa yang dilakukan Kejaksaan Agung," katanya.
Sekedar diketahui, Jiwasraya diketahui melakukan investasi pada sebagian besar aset berisiko tinggi (high risk) untuk mengejar keuntungan yang tinggi (high return). Umumnya dana investasi ditaruh pada saham berkinerja buruk dan pada reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.
Alhasil kerugian yang malah didapatkan Jiwasraya dari investasi tersebut. Berdasarkan perkiraan Kejaksaan Agung, Jiwasraya merugikan negara sebesar Rp13,7 triliun perhitungan hingga Agustus 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.