57 Persen Warga Alami Masalah Gigi, Edukasi Anak Dinilai Mendesak
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Salah satu aktivitas di Kelurahan Purwokinanti, yang bersifat edukatif dan menyenangkan untuk lingkungan warga setempat./Harian Jogja-Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pendidikan keluarga memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan anak. Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem diwakili oleh Dirjen PAUD dan Dikmas Kemdikbud Harris Iskandar dalam Seminar Internasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
"Banyaknya bukti hasil penelitian di bidang psikologi, neuroscience dan pendidikan yang menyimpulkan bahwa rangsangan pendidikan awal pada anak sejak dalam kandungan hingga akhir masa usia dini, usia 6-8 tahun, akan berdampak positif pada seluruh aspek perkembangan anak, bukan kecerdasan saja tetapi seluruh kecakapan hidup," katanya.
Menurut dia peran keluarga dan satuan pendidikan penyelenggara PAUD menjadi sangat penting. Terlebih tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia terkait dengan potensi tumbuh kembang anak masih cukup berat.
Ia merujuk data Kementerian Kesehatan yang menunjukkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih sekitar tujuh persen, imunisasi tidak lengkap 41 persen, tidak memperoleh ASI ekslusif lengkap 48 persen, cacingan 28 persen dan stunting 30,8 persen, berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dan sumber lain.
Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran orang tua dalam pengasuhan anak. Hal itu membutuhkan program yang konvergen bersama kementerian dan lembaga terkait.
Indonesia, katanya, telah memiliki payung hukum untuk pelaksanaan itu, yaitu Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Melalui Inpres tersebut, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting. Program tersebut melibatkan kementerian/lembaga terkait, termasuk di dalamnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hal tersebut menggarisbawahi pentingnya intervensi sumber daya manusia terhadap masa depan anak sejak usia dini, baik melalui PAUD maupun pendidikan keluarga, demikian Harris Iskandar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.